Senin , November 30 2020
Home / Daerah / Oknum PNS Nakal Pemkab Majene Terseret Politik Praktis, Bawaslu Di Minta Serius Bekerja
Juru bicara Mediacenter AST-Aris, A.Aco Ahmad

Oknum PNS Nakal Pemkab Majene Terseret Politik Praktis, Bawaslu Di Minta Serius Bekerja

MAJENE – Santer tersebar foto Screen Shoot hasil chating via whats app oleh salah satu oknum PNS nakal lingkup Kabupaten Majene.

Dalam percakapan tersebut, oknum PNS nakal itu melakukan perekrutan dengan memintai data oleh salah satu masyarakat melalui via whats app.

Menurut A. Aco Ahmad Jubir Media Center AST-ARIS, angkat bicara mengenai dugaan pelanggaran oknum PNS pemkab Majene.

Percakapan oknum ASN Pemkab Majene yang diduga terlibat dalam pusaran politik praktis.

“Bawaslu harus lebih serius dalam menindaki oknum-oknum PNS Nakal yang terlibat politik praktis. Jika tidak, ini akan menambah deretan panjang Mosi ketidak percayaan oleh lembaga pengawasan”.

Maka dengan adanya dugaan pelanggaran ini, Bawaslu sebagai lembaga pengawasan harus lebih bekerja keras dalam menghadapi momentum pilkada 2020 yang tinggal beberapa pekan kedepan ini.

Bawaslu harus bekerja lebih produktif dan tidak reaktif mengurusi hal-hal yang tidak subtansial sebagaimana tugas mendasar lembaga pengawasan pemilu.

Jajaran Bawaslu kata Aco yang juga Ketua DPD Badan Advokasi Investigasi Nasional Hak Asasi Manusia (BAIN-HAM) Kabupaten Majene menerangkan, jajaran Bawaslu semakin diuji kesiapannya menghadapi pesta demokrasi pilkada tahun ini.

Apalagi, dugaan masifnya gerakan ASN dalam pusaran politik praktis tahun ini, bisa menodai tujuan berdemokrasi yang lebih baik.

Sayangnya kata dia, beberapa oknum Panwaslu terkesan melakukan pengawasan yang tidak produktif seperti kegiatan pesta panen di Desa Onang dan beberapa tempat lainnya. Saat itu, calon bupati Majene, Andi Achmad Sukri Tammalele bersama keluarganya dihentikan menuju areal pesta panen karena alasan mengundang perhatian publik.***

Penulis: Akb
Editor: Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!