Kamis , Mei 13 2021
Home / Hukum /

Mamuju -Seorang Perempuan Korban penganiayaan yg sempat viral di Lapangan Akhmad kirang Mamuju jelang Pilkada Mamuju tahun 2020 lalu melakukan konferensi pers terkait kejadian tersebut.

Dihadapan awak media, Hj. Syar menuding bahwa penyidik Krimum Polda Sulbar tidak serius menangani perkara yang telah ia laporkan dan menyayangkan tidak adanya proses hukum kepada terlapor.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Syamsu Ridwan angkat bicara, Sabtu (17/04/21) ia menjelaskan bahwa tudingan yang dialamatkan ke Polda Sulbar tersebut tidak benar dan penyidik yang menangani perkara tersebut sudah bekerja dengan professional sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Kasus dengan nomor register LP/79/XI/2020/SPKT yang dilaporkan oleh Hj. Syar pada tanggal 01 November 2020 ini telah sampai ke kejaksaan dan berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat pada tanggal 06 April 2021.

“Itu tidak benar, Anggota kami sudah bekerja secara professional dan berkas perkara kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21 pada tanggal 06 April yang lalu, selanjutnya tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke kejaksaan”, Tegas Kabid Humas.

Terkait tidak adanya penahanan kepada tersangka, Kabid Humas mengatakan tersangka tidak dilakukan penahanan karena kondisinya dalam keadaan hamil besar dan selama proses penyidikan berjalan, Tesangka kooperatif dan rutin melakukan wajib lapor serta tidak ada kekhawatiran tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Tersangka tidak ditahan karena dalam keadaan hamil besar dan selama proses penyidikan, tersangka kooperatif dan rutin melakukan wajib lapor di krimum Polda Sulbar, tidak ada kekhawatiran tersangka melarikan dirii atau menghilangkan barang bukti sesuai pasal 21 ayat 1 KUHAP ”, Urai Kombes Pol Syamsu

Selanjutnya kabid humas menyampaikan kepada semua masyarakat (pelapor) yang ingin mengetahui perkembangan penyidikan terhadap kasus yang dilaporkan kepada polisi bisa langsung menghubungi penyidik dan meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang merupakan hak bagi pelapor. Dalam hal menjamin akuntabilitas dan transparansi penyelidikan /penyidikan.

Humas Polda Sulbar

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!