Selasa , September 22 2020
Home / Daerah / 35 Pasien Positif Covid-19 Di Sulbar, Penderita Dominasi Asal Pontanakayyang

35 Pasien Positif Covid-19 Di Sulbar, Penderita Dominasi Asal Pontanakayyang

Jumlah Pasien Positif Covid-19 Di Sulbar Meningkat Tajam

Dari laporan hasil pemeriksaan laboratorium COVID19 BBLK Makassar, ada penambahan 2 kasus positif covid19 di Provinsi Sulawesi Barat.

Dari rilis resmi tim gugus tugas Covid-19 Sulbar, Sabtu (254/2020), hasil lab positif yang pertama selanjutnya disebut Pasien 34 dengan inisial H. H laki-laki usia 59 tahun, asal dari Kabupaten Pasangkayu.

Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit, yaitu mengikuti Tabligh akbar di Pakkatto GOWA, Makassar. Pasien tidak memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi. Pasien 34 saat ini isolasi mandiri di Pasangkayu dan dalam pengawasan tim gugus Pasangkayu.

Hasil lab Positif selanjutnya Tn. Us, laki-laki usia 45 tahun, selanjutnya disebut pasien 35, penduduk Desa Pontanakayyang Kabupaten Mamuju Tengah.

Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19 dalam 14 hari sebelum sakit. Pasien memiliki kontak erat dengan pasien 03 . Pasien 35 Saat ini dirawat di RSUD Mamuju Tengah.

Pasien 03 sendiri merupakan kasus positif covid-19 pertama dari Kabupaten Mamuju Tengah, terkonfirmasi positif covid-19 setelah meninggal dunia.

Jadi total data positif Covid-19 sampai tanggal 25 April 2019 adalah 35 orang dengan rincian, 1 orang data dari Kabupaten Majene sudah dinyatakan sembuh.

2 orang dari Kabupaten Mamuju. 1 orang masih isolasi mandiri di Makassar dan 1 orang dirawat di gedung karantina RS Regional Sulbar.

3 pasien dai Kabupaten Pasangkayu. 1 dirawat di RS Regional dan 2 isolasi mandiri di Pasangkayu dan dalam pengawasan tim gugus tugas covid-19 Pasangkayu.

29 pasien asal Kabupaten Mamuju Tengah. 3 orang dirawat di RS Regional Mamuju, 18 orang di RSUD Mamuju Tengah, 7 orang isolasi mandiri dan 1 meninggal dunia. (**)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!