Kota Terpadu Mandiri di Sulbar Tumbuh Positif

Segmen Khusus/Advertorial Dipersembahkan Dinas Transmigrasi Sulbar 

Mamuju – Transmigrasi memang menjadi isu penting bagi Indonesia yang memiliki ratusan juta penduduk. Oleh karena itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes, PDT dan Trans) melakukan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi melalui program Kota Terpadu Mandiri (KTM) untuk mewujudkan kawasan transmigrasi yang berdaya saing.

Program ini selaras dengan prioritas program Kemendes, PDT dan Trans tahun ini yaitu Produk Unggulan Desa (PruDes) serta Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PruKaDes).

Program ini diusung merujuk pada Undang-Undang No 29 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian mengamanatkan kebijakan pembangunan transmigrasi dilaksanakan berbasis kawasan yang memiliki keterkaitan dengan kawasan sekitarnya membentuk suatu kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah.

Selain itu, Pengembangan Kawasan Transmigrasi dirancang secara holistik dan komprehensif sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah untuk mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.

Kepala Dinas Transmigrasi Sumbar, Drs.H.Muhammad Hamzih.menyebutkan, hadirnya KTM di Sulbar yang telah tumbuh positif ini ikut memberikan kontribusi nyata guna mendorong akselerasi pembangunan di daerah.

“Selama ini kita  melakukan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi untuk mewujudkan kawasan transmigrasi terpadu dengan kerja sama dari lintas sektor,” ujar Hamzah.

KTM merupakan wujud nyata cita ketiga dari Nawacita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatauan. Diharapkan ke depannya KTM bisa menarik minat kaum muda bertransmigrasi sehingga mengurangi terjadinya perpindahan penuduk yang tidak terarah ke kota-kota besar (deurbanisasi). Selain itu juga menjadi kota penyangga dalam konteks pembangunan per wilayah.

KTM juga memiliki misi untuk mewujudkan akselarasi pusat pertumbuhan ekonomi baru seperti akselarasi pengembangan agrobisnis dan agroindustri, fasilitas pengembangan sosial budaya, hingga sarana prasarana intra dan antar kawasan. Diharapkan sentra-sentra agrobisnis dan agroindustri dapat menarik investasi swasta dan menumbuhkembangkan pelopor-pelopor wirausaha baru sekaligus membuka kesempatan kerja dan peluang usaha.

Melalui KTM, akan disatukan rencana pengembangan pemenuhan kawasan transmigrasi yang akan dibangun dan dikembangkan memenuhi fungsi-fungsi perkotaan. Di antaranya pusat kegiatan ekonomi wilayah, pusat kegiatan industri pengolahan hasil, pusat pelayanan jasa dan perdagangan, pusat pelayanan kesehatan, pusat pendidikan dan pelatihan, sarana pemerintah, serta fasilitas umum dan sosial. (Adv)

Rekomendasi Berita

Back to top button