54 Peserta Ikuti Seleksi OSN-SMP se Sulawesi Barat

Segmen Khusus/Advedtorial Dipersembahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat

Mamuju – Sebanyak 54 peserta mengikuti ajang seleksi pada lomba Olimpiade Sains Nasional Sekolah Menengah Pertama (OSN-SMP) tingkat Provinsi Sulawesi Barat, yang berlangsung di Hotel D Maleo, Mamuju pada 21 April 2018.

Kasi Pesertsa Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Hamsaruddin, S.Pd, M.AP yang juga ketua Panitia Lomba Seleksi OSN-SMP dalam sambutannya pada acara pembukaan menyampaikan, kegiatan lomba olimpiade sains ini mengangkat tema “Membangun Generasi Berkarakter, Berkualitas dan Kompetitif”.

“Lomba OSN-SMP ini dirintis sejak tahun 2003 oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Ini merupakan wadah strategis untuk mengembangkan daya nalar, kemanpuan memecahkan maasalah, kreativitas dan sportivitas siswa. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga ke level nasional,” kata Hamsaruddin.

Ia menyampaikan, kegiatan ini sangat penting untuk memotivasi serta melakukan konsolidasi dan pembinaan yang lebih baik agar dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi siswa itu sendiri.

Kegiatan OSN-SMP ini nmelombakan tiga ketegori bidang studi yaitu Mate-Matika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dengan total peserta sebanyak 54 orang dengan tiga orang perwakilan per mata lomba bidang studi. Untuk setiap perwakilan dari enam kabupaten telah mengirim delegasinya masing-masing sembilan orang.

“Alokasi anggaran yang kita gunakan melekat pada Bidang Pendidikan Khusus Tugas Pembantuan PAUD dan DikDas di tahun anggaran 2018,” urainya.

Hamsaruddin menyebutkan, peserta yang terpilih ini tentu akan menjadi perwakilan Provinsi Sulbar pada lomba OSN-SMP tingkat nasional yang akan berlangsung di kota Padang, Sumatera Barat pada tanggal 1 sampai dengan 7 Juli tahun 2018.

OSN-SMP kata dia, tentu ikut memberikan kesempatan pada siswa yang berprestasi terbaik pada tingkat nasional untuk meningkatkan pencapaian prestasinya di tingkat Internasional. Pada tahun 2017 lalu, Indonesia telah mengirim duta terbaik di bidang Sains yakni Mate-Mateka dan IPA untuk berprestasi di ajang kompetisi Internasional Teenagers Mathematics Olimpiad (TIMO) di Davao, Filipina dan Internasional Junior Science Olympiad (IJSO) di Arnhem Nijmegen, Belanda.

“Delegasi Indonesia telah menyabet beberapa medali untuk dipersembahkan bagi negara Indonesia. Persembahan membanggakan itu ditorehkan 20 medali pada ITMO dan 5 medali untuk IJSO. Ini sangat membanggakan atas prestasinya sehingga diharapkan ada perwakilan Sulbar turut mendulang medali pada ajang lebih tinggi lagi,” pesannya.

Ajang ini saangat penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sulbar sebagai rangkaian kesiapan menyiapkan SDM yang tangguh. Untuk mencetak SDM yang kuat,maka dibutuhkan waktu antara 20 hingga 30 tahun kedepan. Hal berbeda membangun infrastruktur jalan dan jembatan ataupun gedung pemerintahan yang hanya membutuhkan waktu 2 hingga 5 tahun kedepan.

Salah satu indikator peningkatan mutu pada suatu jenjang pendidikan adalah meningkatkan kemanpuan peserta didik baik mengenai subtansi pelajaran maupun perkembangan kretativitas, daya nalar, sikap dan budi pekerti dalam bentuk olimpiade mata pelajaran untuk seluruh daerah.

Berdasarkan survai PISA Tahun 2012, skor untuk mata pelajaran Matematika siswa Indonesia berada pada rangking 64 dengan skor 375 dari 65 negara yang di survai. Dimana Singapura berada pada rangking 2, Korsel rangking 5 dan Vietnam rangking 17. Sedangkan untuk sains siswa Indonesia juga masih rangking 64 dengan skor 382 dari 65 negara.

“Kita berharap melalui lomba OSN-SMP ini akan mampu meningkatkan mutu pembelajaran kita baik di tingkat daerah, nasional maupun Internasional,” harapnya. (advedtorial)

Rekomendasi Berita

Back to top button