
MAJENE – Sebanyak 70 kapal nelayan di Dusun Bababulo, Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak / BBM jenis solar untuk melaut.
Kelangkaan BBM ini sudah berlangsung selama dua minggu terakhir dan membuat aktivitas nelayan lumpuh total.
Penjabat Kepala Desa Bababulo, Fadli Paulangi mengatakan para nelayan sudah bolak-balik ke SPBU dan agen, namun kuota untuk nelayan habis.
“Sudah hampir dua minggu nelayan kami tidak melaut. Solar di SPBU Akibatnya, nelayan kami mulai gelisah untuk menafkahi keluarganya,” kata Fadli usai mengadukan permasalahan ini dihadapan bupati Majene,” Senin, 14/9/2026.
Padahal, kata dia, satu kapal ukuran 5-10 GT butuh sekitar 50-100 liter solar untuk sekali melaut.
“Kalau begini terus maka masyarakat nelayan kami mau makan apa. Anak sekolah juga butuh biaya. Hasil laut Majene jadi berkurang karena kami tidak bisa melaut,” keluhnya.
Warga Bababulo mayoritas berprofesi sebagai nelayan tangkap. Hasil tangkapan mereka biasanya dipasok ke Pasar Sentral Majene dan sebagian dijual ke luar daerah.
“Kami minta ada solusi cepat. Bisa berupa penambahan kuota solar nelayan atau BBM bersubsidi khusus nelayan,” katanya.
Menyikapi permasalahan ini, Bupati Majene Andi Achmad Syukri berjanji akan melakukan sidak di setiap SPBU. “Insya Allah besok kami akan turun memantau SPBU, semoga ada solusi kongkrit untuk memastikan nelayan atau masyarakat umum bisa mendapatkan pasokan BBM,” katanya.**^
Penulis Acoantara




