Minggu , September 20 2020
Home / Daerah / Ada Apa Ini? Tarif Listrik Malah Naik Ditengah Pandemi Virus Korona

Ada Apa Ini? Tarif Listrik Malah Naik Ditengah Pandemi Virus Korona

POLEWALI – Masyarakat ramai-ramai mengeluhkan kenaikan tagihan listrik. Ironisnya, kenaikan tarif listrik terjadi ditengan bencana pandemi virus corona melanda negara.

“Ada apa dengan pemerintah dan PLN ini.  PLN malah menaikkan tarif listrik. Sementara, pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi tagihan listrik,” ujar Rezki, salah seorang pelanggan 1300 kwh di Polewali, Jumat 15/5

Dia membeberkan, kenaikan pembayaran tagihan listrik terjadi bulan Mei. Diman yang biasanya membayar tiap bulan sebesar Rp 500 ribu kini naik menghampiri Rp 700 ribu per bulan. Kenaikannya 30 persen.

Tarif Listrik Naik Ditengah Pandemi Virus Korona. Foto Ist

Dia mengaku heran dengan lonjakan tagihan. Sebab, pemerintah saat ini juga telah mengeluarkan kebijakan gratis tagihan listrik bagi pelanggan 450 kwh dan diskon 50 persen bagi pelanggang 900 kwh.

Bahkan, kenaikan tersebut dianggap mengejutkan karena tidak pernah mendengar sosialisasi dari pihak PLN sebelumnya. Parahnya lagi, pemakaian listrik bulan ini dengan dengan sebelumnya sama.

“Ini yang bikin saya heran. Pemakaianku sama. Malah tagihannya melonjak,” keluhnya.

Hal yang sama disampaikan Syahrul. Dia ikut mengeluh. Bahkan, ia menganggap PLN maupun pemerintah memainkan lonjakan ini dengan melakukan subsidi silang.

“Artinya, kenaikan tagihan terjadi untuk menutupi tagihan yang telah disubsidi atau digratiskan. Uang untuk membayar itu,” tandasnya.

Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan dana stimulus pemerintah untuk mensubsidi pelanggang yang yang telah digratiskan dan diberikan diskon. Hal itu, tentu tidak terserap secara maksimal.

Ia berharap, hal ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ditengah kondisi pandemi viroa korona melanda yang mengakibatkan sektor perekonomian lumpuh malah menimbulkan beban baru terhadap tagihan listrik yang melonjak. (ind)

Editor : Andi

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!