Ini Alasan Syahrir Hamdani Nyaleg DPRD Sulbar

Mamuju – Sosok Syahrir Hamdani tentu tak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Barat karena perannya yang ikut serta dalam proses perjuangan pembentukan provinsi ini.

Provinsi Sulbar yang kini telah menapaki usia 13 tahun setelah resmi berpisah dari provinsi Sulawesi Selatan, telah banyak mengalami perubahan, walaupun masih banyak yang patut dibenahi dalam mengejar laju pembangunan sehingga kelak bisa setara dengan provinsi yang telah maju.

Lantas apa yang kemudian menjadi alasan mantan eksponem pejuang pembentukan Sulbar ini memilih nyaleg pada kontestasi ajang pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019?

Syahrir Hamdani kepada Mediasulbat.co.id dengan tegas mengemukakan alasan sehingga ikut dalam ajang pesta demokrasi Pileg tahun depan.

“Dengan ucapan bismillahirohmanirrahim, hari ini saya nyatakan siap maju memperebutkan kursi DPRD Sulbar melalui partai Gerindra untuk daerah pemilihan (Dapil) Sulbar 2 Kabupaten Polewali Mandar,” kata Syahrir Hamdani saat berada di Mamuju 25 April 2018.

Menurutnya, keinginan Nyaleg ini bukan sekedar ingin meraih predikat pejabat publik, namun semangat gelorah pembentukan DOB Sulbar ini masih mengalir dalam tubuhnya.

“Memang kita sadari, daerah ini telah banyak mengalami kemajuan setelah 13 tahun terbentuk. Tetapi, masih banyak yang harus kita benahi sebagaimana cita cita para pejuang Sulbar. Salah satunya, mewujudkan derajat kesejahteraan masyarakat yang mendiami tanah Mandar ini,” ucap Syahril yang juga besan dari gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar.

Daerah ini memang dibutuhkan sosok figur wakil rakyat yang mahfun terhadap semangat cita cita pejuang pembentukan Sulbar. Dengan begitu, arah kebijakan pemerintahan lebih tertuju pada tujuan yang hendak dicapai.

“Jika rakyat memberikan amanahnya pada pileg tahun depan, maka saya tidak akan merasa canggung untuk mengingatkan kepada pemerintah agar programnya lebih menyasar kepentingan layanan publik dan layanan lainnya,” tuturnya.

Terhadap dinamika suhu politik maupun pemerintahan yang terjadi di Sulbar kata dia, merupakan hal yang biasa. Selaku anak bangsa, maka ia memiliki kewajiban untuk ikut mendinamisasi agar segala sekat yang ada agar tidak mengorbankan kepentingan besar yakni mewujudkan kesejahteraan rakyat Sulbar. (Acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button