Kamis , Juli 2 2020
Home / Daerah / Alhamdulillah, Pengusaha Mamuju Berikan Bantuan Mobil Ambulance Relawan Siaga 86

Alhamdulillah, Pengusaha Mamuju Berikan Bantuan Mobil Ambulance Relawan Siaga 86

Mamuju – Alhamdulillah, niat tulus aksi kemanusiaan oleh tim relawan siaga 86 makin menuai simpati dari berbagai pihak yang ada di Sulawesi Barat.

Kendaraan mobil ambulance yang selama empat tahun digunakan tim relawan siaga 86, telah ditarik oleh pemerintah kabupaten Majene, dengan dalil penataan aset daerah.

Kebijakan pemerintah daerah di Bumi Assamallewuang itu telah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Bukan hanya warga Majene, namun sikap empati tersebut juga melanda ke daerah Polman dan bahkan menular hingga ke Kabupaten Mamuju.

Sikap empati ini sangat wajar bagi dermawan lantaran kerja sosial yang dimainkan selama empat tahun, telah membekas dihati masyarakat. Namun kerja kerja sosial relawan siaga 86 “dihabisi” dengan menarik kereta tua ini atas dalil penataan aset daerah.

Kabar itu pun disambut positif oleh salah seorang penguasa berdarah asli Majene yang cukup sukses di Mamuju, Bahtiar. Ia tergugah hatinya untuk menyumbangkan satu unit kendaraan pribadinya untuk dijadikan mobil kemanusiaan ambulance.

“Ini menjadi bukti bahwa pemerintah kita sekarang ini tidak peka terhadap persoalan kemanusiaa. Faktanya, pemimpin kita tegah hati mematikan kerja kerja sosial yang dilakukan relawan,” kata Akbar salah seorang kader partai Nasdem Majene.

Mobil yang didonasikan pengusaha ini telah diterima langsung Koordinator tim relawan siaga 86, Aslam di Mamuju pada tanggal 26/6.

“Baru saja sahabat kita pak Aslan menjemput bantuan mobil dari pak Bahtiar. Semoga dengan bantuan itu bisa memaksimalkan operasional teman teman setelah seminggu ini vakum,” kata Akbar.***

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!