Minggu , September 20 2020
Home / Daerah / Ambiguitas Fahmi-Lukman Perburuk Trend Elektoralnya

Ambiguitas Fahmi-Lukman Perburuk Trend Elektoralnya

Majene – Spekulasi publik atas kondisi calon petahama Majene, Fahmi Massiara (FM) yang kian mengundang pro-kontra, dinilai oleh Maenunis sebagai akibat dari ambiguitas komunikasi KPU Majene ataupun partai pengusung Fahmi-Lukman.

Direktur Logos Politika ini menyebut sikap ambigu KPU dan partai tersebut bisa berefek lebih jauh menjadi ketidak percayaan publik.

“Asas Pilkada itu bebas dan terbuka. Artinya, masyarakat berhak tau siapa dan bagaimana calon yang akan dipilihnya. Kalau misalnya pertanyaan publik atas kondisi calon dijawab ambigu oleh KPU ataupun partai pengusung calon, maka efeknya bisa melahirkan ketidak percayaan publik.” Ungkap Maenunis.

Ketidak percayaan publik bisa berakibat buruk bagi trend elektoral Fahmi-Lukman jika komunikatornya tidak efektif bekerja.

“Narasi ambigu orang-orang sekitar FM akan memperburuk trend elektoralnya yang bisa terus tergerus. Padahal cukup sederhana untuk meyakinkan publik bahwa narasi “pak Bupati baik-baik saja” itu adalah benar. Caranya, ya pak Fahmi muncul di publik. Kalau tidak bisa langsung minimal lewat video live atau recorded. Setidaknya, itu sudah bisa menenangkan publik terutama masyarakat pendukung beliau. Komunikator FM harus bekerja lebih efektif.” Imbuh Maenunis.

Meski demikian, mantan tenaga ahli Gubernur Sulbar ini berharap, kondisi Fahmi Massiara segera pulih dan mampu melewati semua tahapan Pilkada Majene 2020.

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!