Andi Sukri Tammalele Ternyata Lihai Main Gasing…Tapi Itu Dulu

Permainan gasing tradisional masih digandrungi oleh pemuda Majene.foto:dok

Majene – Gasing, sebuah permainan tradisional yang diyakini berasal dari melayu ini mulai meredup di tengah gemerlapnya permainan modern saat ini. Padahal di masanya gasing pernah menjadi idola, sebuah permainan yang sangat populer dan banyak digemari. Dimana permainan ini untuk para kaum laki-laki yang pada perkembangannya diyakini berasal dari tanah Melayu, Riau lalu kemudian menyebar ke seluruh Indonesia.

Gasing sendiri berasal dari dua suku kata, yaitu Gang dan Sing. Dimana Gang memiliki arti lorong atau lokasi lahan dan Sing memiliki arti Suara. Dalam arti sederhananya, Gasing ini memiliki arti sebuah permainan yang dimainkan di sebuah lokasi atau tempat yang kosong dan mengeluarkan bunyi.

Permainan ini dapat dilakukan satu lawan satu atau berkelompok. Dalam permainan satu lawan satu, pemain yang gasingnya paling lama berputar adalah pemenangnya.

Sepekan lalu, Andi Sukri Tammalele menyempatkan diri menyaksikan langsung pertandingan gasing tradisional di Majene.

“Saya sebetulnya pandai main gasing. Tetapi itu dulu saat masih usia belasan tahun. Sekarang mungkin sudah kaku karena sudah puluhan tahun tak pernah main gasing,” kata AST sapaan akrab Andi Sukri Tammalele.

AST memberikan apresiasi kepada pemuda Majene yang masih mempertahankan permainan tradisional ini. Paling tidak, warisan leluhur itu juga diperkenalkan kepada anak anak yang saat ini sudah sangat jarang menikmati mainan tradisional.***

Penulis: Aco Antara
Produksi: by media sulbar.com

Rekomendasi Berita

Back to top button