Minggu , September 20 2020
Home / Daerah / AST-Aris Ajak Warga Do’akan Kesembuhan Bupati Majene

AST-Aris Ajak Warga Do’akan Kesembuhan Bupati Majene

Majene – Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Majene, Andi Achmad Syukri – Arismunandar Kalma (AST-Aris) ikut mengajak warga untuk ikut mendoakan kesembuhan Bupati Majene, Fahmi Massiara yang saat ini dikabarkan dalam keadaan sakit.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Majene untuk meluangkan waktu sejenak untuk mendoakan kesembuhan dan keselamatan bapak Bupati Majene, Fahmi Massiara yang hingga kini kita dapatkan informasi dalam keadaan sakit. Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita semua,” kata Andi Achmad Sukri Tammalele saat mengikuti kegiatan silaturahmi dengan masyarakat Tande, Majene, Selasa 15/9.

Pertemuan silaturahmi bacalon Bupati Majene Andi Sukri Tammalele dengan masyarakat Tande. Warga tetap mengikuti protokol kesehatan ditengah pandemi Virus Corona, Selasa, 15/9/2020.

Menurutnya, sebagai umat beragama maka tiada daya dan upaya selain memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT.

“ Semoga Bupati beserta keluarga segera diberikan kesembuhan dan sehat sehingga dapat kembali beraktivitas melayani masyarakat Majene, serta diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap Ast.

Ast juga menghimbau masyarakat Tande untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang sesuai buku pedoman penanganan Covid-19 edisi ke 4 dari Kemenkes RI, dan 5 protokol 5 protokol New Normal demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Majene.

“ Demi memutus mata rantai penyebaran Viris Corona. Mari kita melakukan pola hidup baru atau New Normal ini dapat dijalankan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari. Dengan melaksanakan 5 protokol New Normal ini, kita tidak hanya sekedar bisa mencegah Covid, tetapi kita bisa hidup lebih bersih, sehat, kuat dan lebih bersemangat serta lebih terbebas dari banyak penyakit, “ tambahnya.***

Penulis : Acho Antara
Produksi : by media sulbar.com

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!