Kamis , Oktober 29 2020
Home / Daerah / AST-Aris Ingin Permandian Air Panas Limboro Jadi Magnet Wisatawan

AST-Aris Ingin Permandian Air Panas Limboro Jadi Magnet Wisatawan

Majene – Bakal calon bupati dan wakil bupati Majene, Sulawesi Barat, Andi Sukri Tammalele bersama Arismunandar Kalma, ingin agar permandian alam air panas Limboro Majene, jadi magnet wisatawan.

“Kita ingin potensi wisata alam ini ditangani secara serius sehingga kelak menjadi penopang sumber pendapatan asli daerah. Makanya, jika di pilkada tahun ini kami mendapatkan mandat kepercayaan dari rakyat, Insya Allah, potensi lokal wisata alam ini kita benahi sehingga ada daya tarik oleh wisatawan,” kata Bakal calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma disela kungjungannya di Desa Limboro, Majene, Jum’at, 18/9.

Menurutnya, potensi objek wisata di Limboro ini sangat pantas untuk dijadikan primadona andalan wisata yang memiliki kelebihan dari obyek wisata alam lainnya.

Aris yang juga mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemkab Majene ini menyebutkan, obyek wisata alam ini perlu melibatkan arsitektur agar konsep bangunan lebih menarik. Jika tingkat wisatawan meningkatkan maka itu akan berdampak sistematis terhadap ekonomi masyarakat dan menjadi penopang sumber PAD.

“Ada dua objek wisata yang bagus dikembangkan yakni obyek wisata alam pantai Dato’ dan wisata alam permandian air panas di Limboro,” ucap Aris.

Permandian air panas ini kata Aris, terdapat tiga buah kolam, satu berukuran besar, sementara yang lainnya berukuran sedang dan kecil. Ketiganya tampaknya mendapatkan sumber mata air panas yang berbeda. Untuk kolam besar mata airnya disuplai oleh kolam berukuran kecil, sementara kolam sedang mata airnya disuplai dari titik yang berada di bagian atas kolam.

Karena itu kata dia, penanganan infrastruktur jalan harus menjadi perhatian agar wisatawan lebih mudah mengungjungi kawasan wisata alam yang jarak tempuh nya hanya beberapa jam saja dari ibukota kecamatan Sendana.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!