oleh

Ast-Aris Instruksikan Tak Ada Konvoi ke Mamuju Saat Pelantikan

-Daerah, Majene-1.066 views

MajenePasangan Bupati dan Wakil Bupati Majene Terpilih, Andi Achmad Syukri Tammalele dan Arismunandar Kalma (AST-Aris) kembali menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Majene, khususnya pendukung fanatiknya saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember 2020, untuk tidak melakukan konvoi yang bisa memicu adanya kerumunan massa.

Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi antara pasangan bupati dan wakil bupati Majene terpilih dengan tim pemenangan pasangan Ast-Aris yang berlangsung di kediaman , Kalma Katta, Jum’at, (18/2/2021).

Bupati Majene Terpilih Andi Achmad Syukri Tammalele

 

Rapat ini sekaligus membahas persiapan agenda pelantikan pasangan Ast-Aris, yang turut dihadiri Kasat Intel Polres Majene, Kabag Pemerintahan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Majene.

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa jadwal puncak prosesi pelantikan pasangan Ast-Aris akan dilaksanakan di Mamuju ibukota provinsi Sulawesi Barat, pada tanggal 27 Juni 2021 pada pukul 15.30 WITA.

Beberapa poin penting yang menjadi perhatian serius oleh pasangan Ast-Aris diantaranya larangan untuk menghindari pergerakan massa ketika prosesi kegiatan pelantikan.

Karena itu, Bupati Majene Terpilih Andi Achmad Syukri Tammalele menegaskan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan konvoi atau arak-arakan karena bisa mengundang terjadinya kerumunan massa, saat negara ini masih dalam suasana pandemmi virus Corona.

Sehingga kata peraih suara 65,2 persen tersebut, kembali memohon agar pendukungnya tetap ikut mematuhi anjuran yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam memerangi penyebaran covid-19.

 

‘Baru saja kita laksanakan rapat koordinasi persiapan agenda pelantikan yang juga dihadiri oleh Kasat Intel Polres Majene. Kita telah menyepakati beberapa poin penting untuk kita laksanakan, khususnya pelarangan pergerakan massa dalam jumlah yang besar. Karena itu, jelang pelantikan, maka teman teman aparat kepolisian, akan memantau aktivitas mssyarakat di wilayah perbatasan antara daerah Maliaya dan Tapoalang, Mamuju. ,” ujarnya.

Maka dari itu kata AST, semua pihak, khususnya keepada seluruh koordinato kecamatan yang menjadi tim relawan Dan simpatisan untuk bisa pro aktif membantu teman-teman aparat kepolisian, guna memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Majene.

Jika terjadi kerumunan massa dalam jumlah tak wajar kata dia, maka jajararan Polda Sulbar bersama Polres Majene, akan mengambil tindakan untuk vaksinasi bagi warga karena tak mematuhi himbauan pemerintah.

Akan menjadi kerugian bagi daerah ketika acara puncak prosesi pelantikan, dinodai dengan aksi konvoi. ” Jika kita tetap ngotot melakukan konvoi ke jalan, maka sangsinya cukup berat yakni pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU), termasuk pengurangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Karena sangsinya cukup berat, maka saya meminta untuk menjadi perhatian secara bersama-sama. Saya memahami psikologis pendukung yang ingin meluapkan kegembiraannya setelah enam bulan menantikan momentum penting ini. Tapi apa boleh buat, kita harus taat dan patuh terhadap anjuran pemerintah kita,” terang AST.****

Penulis Acho Antara

 

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!