oleh

AST-ARIS: Spot Wisata Dato’ Anugerah, Insya Allah Kita Rancang Agar Wisatawan Berasa Di “Sorga”

MAJENEPasangan Bupati dan Wakil Bupati Majene Terpilih, Andi Achmad Syukri Tammalele-Arismunandar Kalma (AST-ARIS), menyebutkan spot obyek wisata pantai Dato adalah anugerah dari Allah SWT yang patut disyukuri karena tak semua daerah memiliki spot wisata pantai yang sungguh memesona bagi pengunjung.

“Insya Allah, obyek wisata pantai Dato akan kita tingkatkan fasilitas pendukung agar kelak bisa memanjakan para wisatawan lokal, wisatawan Nusantara maupun mancanegara yang berencana berwisata ke daerah kita. Dengan begitu, maka keunikan wisata pantai Dato ini jelas mampu memberikan kontribusi positif terhadap penambahan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya,” kata Bupati Majene Terpilih Andi Achmad Syukri Tammalele saat proses pengambilan gambar untuk Pesan Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah di Majene, Minggu, 11/5/2021.

Menurutnya, perlu ada penambahan fasilitas kebutuhan para wisatawan yang melancong ke daerah kita. Sehingga ia berkeinginan melibatkan tim arsitektur berpengalaman untuk merancang kawasan ini lebih eksotis. Rancangan itu setidaknya jika wisatawan datang di malam hari, mereka seolah olah telah melihat “sorga”. Pokoknya, kawasan wisata ini kelak benar-benar mampu mengalihkan pandangan mata dunia untuk menikmati pantai Dato yang terletak sekitar 5 kilometer dari kantor pemerintah daerah.

  • “Setelah pelantikan kami berdua berproses, maka pengembangan kawasan pantai Dato dimasukkan dalam program prioritas. Apalagi, pemerintah pusat melalui jajaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia atau disingkat Kemenparekraf, telah menjadikan kabupaten Majene termasuk prioritas arah Kebijakan Pembangunan Parawisata Nasional (KPPN),” kata AST sappan familiar Andi Achmad Syukri Tammalele ini.

AST yang juga mantan Sekda Majene berharap agar jajaran Kemenparekraf tetap konsisten setiap tahunnya mengalokasikan anggaran pembangunan sarana dan prasarana penunjang obyek wisata pantai Dato.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Majene Terpilih, Arismunandar Kalma menyebutkan, bahwa keindahan panorama alam pada spot pantai yang berbatasan langsung antara bibir pantai pasir putih dengan tebing gunung menjulang ke langit, tentu sangat jarang didapatkan diberbagai daerah lain.

Kawasan wisata pantai Dato’jadi pilihan favorit bagi wisatawan saat liburan tiba.foto:dok

Oleh karena itu, keunikan wisata pantai Dato yang ditopang dengan panorama alam yang begitu menakjubkan sejatinya telah menjadi pilihan favorit bagi wisatawan itu sendiri. Namun mengapa tingkat kunjungan wisatawan datang ke daerah kita masih biasa-biasa saja?. Hal ini harus dicarikan solusinya sehingga trend kunjungan pelancong wisatawan bisa meningkat,” kata Aris yang juga mantan Sekdis Parawisata Kabupaten Majene ini.

Spot kawasan pantai Dato di sore hari.

“Keunikan wisata pantai ini adalah aset besar yang harus dirawat. Jika kita tangani secara sungguh-sungguh maka tingkat kunjungan juga akan menuai trend positif,” ujar Aris.***

Penulis Acho Antara
Produksi by mediasulbar.com

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!

News Feed