Kamis , Oktober 29 2020
Home / Daerah / AST Berjanji Maksimalkan Penambahan Armada Pemadam Kebakaran

AST Berjanji Maksimalkan Penambahan Armada Pemadam Kebakaran

Majene – Bakal calon bupati Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Andi Achmad Sukri Tammalele (AST) berjanji akan melakukan penambahan armada pemadam kebakaran jika rakyat memberikan amanah pada momentum pilkada 9 Desember tahun 2020.

“Saya cukup sedih mendengar keluhan masyarakat terkait minimnya armada pemadam kebakaran. Kasus kebakaran di Saleppa menghanguskan delapan rumah warga itu akibat kurangnya armada yang bekerja di lokasi kebakaran. Sangat miris, jika daerah ini hanya memiliki satu unit saja,” kata Andi Achmad Sukri Tammalele disela kunjungan silaturahmi di Lingkungan Sirindu, Jum’at, 18/9.

Menurutnya, sangat tidak masuk akal bila daerah Majene yang terdiri dari delapan kecamatan, cuma memiliki satu unit armada saja. Inilah yang mesti dilakukan perubahan bila ia mendapatkan kepercayaan masyarakat di Pilkada tahun ini.

Peristiwa kebakaran di Saleppa menghanguskan delapan rumah warga. Ini juga akibat dampak minimnya Armada pemadam kebakaran yang bekerja di lokasi.foto:ac

“Paling minim jumlah armada pemadam kebakaran bisa tiga unit. Bahkan saya punya obsesi agar armada itu disiapkan satu unit setiap kecamatan. Tidak ada alasan untuk tidak menyiapkan armada ini. Saya rasa kita punya anggaran memadai bila bupatnya punya kemauan. Selama ini, banyak kegiatan yang mubasir dan asas manfaatnya tidak terukur,” kata Ast.

Mantan Sekda Majene ini menyebutkan, armada pemadam kebakaran tidak hanya mengatasi kebakaran rumah penduduk, tetapi armada ini juga bisa dimanfaatkan bila ada ancaman kebakaran hutan.

“Banyak hal yang dapat dilakukan, termasuk upaya lobi anggaran dengan pemerintah pusat. Sekali lagi, semua itu sangat tergantung pemimpinnya. Apakah pemimpin itu punya komitmen kuat membangun daerahnya atau hanya mencari keberuntungan untuk golongan tertentu saja,” ucap Ast.***

 

Penulis; Acho Antara

Produksi by; mediasulbar.com

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!