AST: Pendidikan Adalah Strategi Membangun SDM Yang Kuat

 

Majene – Setiap tahunnya bangsa Indonesia pasti memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada setiap tanggal 2 Mey. Momentum ini tentu tidak boleh hanya dijadikan slogan belaka, tetapi hendaknya menjadi tolak ukur pemimpin atas capaian yang kita raih selama ini.

Hal ini diuraikan oleh Bakal Calon Bupati Majene, Sulbar, Andi Sukri Tammalele dalam memaknai Hardiknas saat berbincang dengan mediasilbar.com di kediamannya di Majene, 3/5.

Menurutnya, sekolah sebagai ruang reproduksi sumber daya manusia berperan penting dalam pembangunan bangsa.Di lembaga pendidikan bernama “sekolah” lah banyak orang menggantungkan masa depannya.Dengan demikian sekolah haruslah mampu membangun harapan masa depan yang cerah bagi peserta didik, agar memiliki motivasi dan pandangan hidup yang barbasis pada “culture of hope” positif untuk menjalankan kehidupan selanjutnya.

Sekolah diharapkan dapat “membaca” masa depan di mana para siswa nantinya mampu berperan di masyarakat, sehingga apa yang ditanamkan saat ini memiliki dampak positif bagi kebermanfaatan siswa di masa mendatang.

Penguatan literasi, penguatan karakter, sesuai dengan Konsep Merdeka Belajar yang di gaungkan oleh Mentri Nadiem, hal ini sejalan dengan harus dimilikinya kemampuan 4 C (creativity, critical thinking, collaboration, and communication). Hal ini dapat dijadikan barometer bagi sekolah agar dapat menghasilkan generasi yang siap menghadapi masa depan.

Sekolah sebagai wahana pendidikan cenderung hanya melakukan transfer of knowledge dan lebih memfasilitasi kalangan siswa mampu untuk dapat mengakses pendidikan yang berkualitas baik, sehingga lebih menampakkan wujudnya untuk melestarikan status quo kelas menengah dan atas.

Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib siswa miskin menggali potensi di tengah minimnya akses pendidikan bagi mereka. Hal itu menjadi ironis, manakala pemerintah daerah belum seluruhnya menepati amanah Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional untuk mengalokasikan dana pendidikan minimal sebesar 20%. Di dalam UU RI Tahun 1945 pasal 31 dikatakan “Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional,” yang selanjutnya ditegaskan kembali di dalam UU Sisdiknas pasal 49 dikatakan bahwa ” Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)”.

Andi Sukri Tammalele punya konsep besar untuk mewujudkan daerah Majene sebagai kiblat pendidikan di Sulbar sehingga kelak daerah itu menghasilkan generasi muda berbakat dan berkualitas untuk masa depan majene yang lebih maju.***

Penulis: Acoantara
Produksi: mediasulbar.com

Rekomendasi Berita

Back to top button