Kamis , Juli 2 2020
Home / Daerah / Bain Ham Sulbar Gelar Diskusi Online Untuk Papua

Bain Ham Sulbar Gelar Diskusi Online Untuk Papua

Mamuju – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia (BAIN HAM-RI) Provinsi Sulbar menyelenggarakan diskusi yang disiarkan langsung melalui beranda Facebook, di salah satu warung kopi, Jalan Diponegoro, Kelurahan Karema, Minggu, 21 Juni 2020. Diskusi mengambil tema “Kebijakan Pembangunan di Papua sebagai Model Pemerataan Pembangunan di Indonesia”.

Kegiatan yang berlangsung sore hari itu menghadirkan 3 orang pemateri, di antaranya dari kalangan akademisi, Dr. Rahmat Idrus, SH., MH, jurnalis sekaligus pengurus BAIN HAM Sulbar, Aco Antara, dan salah seorang tokoh Papua Sulbar, Yutinus Ebma. Diskusi dipandu oleh Erisusanto, S.Pd sebagai moderator.

Dalam materinya, Dr. Rahmat menekankan peranan pemerintah dalam pemerataan pembangunan di Papua. “Pemerintah Pusat perlu memberikan kewenangan yang besar untuk pembangunan Papua, apakah dari segi perundang-undangan ataupun penganggaran,” tuturnya dalam diskusi.

Lebih lanjut, dosen Fakultas Hukum UNIKA Mamuju ini memaparkan, dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan terdapat 5 kabupaten di Papua dan Papua Barat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di tingkat nasional. “Di sini diperlukan hubungan antara Pemerintah Pusat dengan Papua,” kata Dr. Rahmat.

Aco Antara dalam pemaparannya menyebutkan terciptnya keberpihakan Pemerintah Pusat terhadap pembangunan infrastruktur yang ada di Papua. “Pemerintah Pusat harus memperhatikan pembangunan sarana transportasi, misalnya jalan ke pelosok, pelabuhan dan bandara,” tuturnya.

Sementara itu, Yutinus menyampaikan kondisi yang ia saksikan di daerah asalnya tersebut. Yutinus yang merantau ke Sulbar sejak 2017 silam ini mengeluhkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua. “Bagaimana SDM dapat membaik kalau kondisi jalan menuju pelosok tidak baik. Para tenaga pengajar berpikir menjangkau masyarakat terutama yang bermukim di pedalaman,” ucapnya.

Yutinus pun berharap agar ada perhatian khusus dari pemerintah terkait pembangunan SDM di kampung halamannya. “Itu masalah yang paling urgen di Papua, yakni kualitas pembangunan manusia,” kata dia.

Dr. Marqam Azikin, M.Si melalui sambungan telepon menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digelar secara online tersebut. “Kegiatan ini sangat baik, apalagi membicarakan soal pemerataan pembangunan,” kata dia.

Di tengah berlangsungnya diskusi, salah seorang Anggota DPRD Provinsi Sulbar, Risbar Berlian Bachri turut hadir dalam diskusi tersebut. Dia pun menceritakan pengalamannya bertemu dengan salah seorang warga Papua. “Orang itu mengatakan, Papua jangan hanya diambil hasil buminya saja namun juga pembangunan harus diperhatikan,” ujar Risbar menceritakan.

***

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!