Bangun Media Center G20, Kominfo Fasilitasi Media Massa Dalam dan Luar Negeri

Jakarta, – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) sediakan layanan Media Center G20. Ini membantu memfasilitasi media massa, baik dalam maupun luar negeri untuk meliput kegiatan G20 baik Sherpa track maupun Financial track.

“Ada berbagai dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menyebarkan informasi mengenai
Presidensi G20 Indonesia 2022,” kata Usman Kansong dalam diskusi daring bertema “Sinergi Sukseskan Agenda Presidensi G20” yang
digelar Forum Merdeka Barat pada Rabu(2/3/2021).

Kominfo menyiapkan media center yang terdapat di dua lokasi yakni di Jakarta dan Bali. Untuk di Jakarta, dikatannya, sudah mulai beroperasi. Sementara Bali akan mulai beroperasi pada pertengahan November 2022.

 

“Jadi Bali kita harapkan akan mulai beroperasi pada 13 November 2022. Sementara untuk KTT sendiri itu berlangsung antara 15 sampai 16 November 2022. Jadi H-3 atau 4 kita sudah mengoperasikan media center,” bebernya.

Selain menyediakan layanan Media Center G20, tambah Usman, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga melakukan sejumlah langkah sinergis dalam rangka menyukseskan presidensi G20 Indonesia tahun 2022 ini.
Diantaranya adalah meluncurkan G20 Pedia tepatnya pada 19 Januari 2022 lalu.

Buku elektronik atau e-book ini berisi informasi dan tanya- jawab seputar G20. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Group of Twenty atau G20, khususnya Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong mengemukakan bahwa keberadaan G20 Pedia diperlukan untuk memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat tentang sejarah terbentuknya G20. Termasuk mengapa
forum tersebut dinamakan G20, serta kontribusi dan peran aktif Indonesia di dalamnya.

Terkait peluncuran G20 Pedia, Usman Kansong menambahkan, ini merupakan strategi Kominfo menyiapkan kreatif komunikasi memberikan gambaran kepada masyarakat secara lebih mudah tentang apa itu G20.

“Karena kan ada anggapan bahwa G20 itu elitis. Isunya itu. Jadi kita mau menerjemahkan yang elitis itu menjadi bahasa-bahasa yang mudah dipahami masyarakat dan lebih inklusif,” terangnya.

Kominfo juga mengoperasikan website G20 dimana para delegasi bisa melakukan registrasi selain mencari informasi soal G2. “Ke luar negeri juga kita bekerja sama dengan sejumlah media broadcasting dengan ASEAN Pasific untuk melakukan broadcasting. Seperti pada kegiatan Menteri Keuangan kemarin, TVRI melakukan broadcast ke luar negeri seperti Asia Pacific Broadcasting Union dan Europian Broadcasting Union,” tutupnya.

Usman Kansong menjelaskan Kominfo mengemban dua tugas besar dalam agenda penyelenggaraan presidensi G20 Indonesia ini. Pertama adalah penyiapan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.

“Jadi tempat-tempat penyelenggaraan G20 ada di 25 kota, ini infrastrukturnya teknologi dan komunikasinya harus disiapkan. Misalnya, kita akan menyiapkan jaringan 5G experience di sejumlah tempat, begitu juga jaringan 4G,”

Menurutnya, hal ini dikarenakan penyelenggaraan G20 akan dilangsungkan secara hybrid yakni online maupun offline. Kendati beberapa event akan digelar full offline yakni secara fisik, utamanya pada pergelaran KTT nanti.

“Yang kedua adalah menyiapkan komunikasi publik. Ini menjadi tugas Ditjen Komunikasi dan Informasi Publik. Kita mengkomunikasikan G20
baik ke dalam maupun luar negeri. Kita menggunakan semua instrumen, baik sosial media, media mainstream baik di nasional maupun mancanegara,” paparnya.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan Presidensi Group of Twenty atau G20 2022 telah berlangsung sejak Desember 2021 lalu. Berbagai pertemuan dan kegiatan terkait Sherpa Track dan Financial Track telah digelar. Terakhir pada 17-18 telah dilaksanakan pertemuan pertama.

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut lahir sebanyak 14 kesepakatan. Di antaranya adalah terkait upaya pemulihan yang merata secara global baik dari sisi kesehatan seperti distribusi vaksin, therapeutic dan diagnostik maupun ekonomi menggunakan semua alat untuk mengatasi dampak pandemi khususnya kepada yang paling terkena dampak.

Pada 29-30 Maret 2022 mendatang, akan digelar pertemuan kelompok kerja di Kota Solo sebagai tuan rumah pertemuan Trade, Investment, and Industry Working Group atau yang disingkat TIIWG. Pertemuan ini akan diikuti 39 entitas dari 20 negara anggota, 6 negara undangan dan 10 organisasi internasional. Pada G20 TIIWG ini, Indonesia akan menitikberatkan pada pentingnya perdagangan internasional, industri, dan investasi untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. TIIWG sendiri adalah salah satu dari 13 kelompok kerja yang menjadi bagian dari jalur Sherpa. Kementerian Perdagangan merupakan
lembaga pendukung TIIWG bersama Kementerian Penanaman Modal dan Kementerian Perindustrian.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ayodhia G L Kalake; Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral BPKM, Fajar Usma. Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).
—-

-penulis FMB9
Editor Aco Antara
Produksi by media Sulbar.com

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button