Kamis , Juli 2 2020
Home / Daerah / Bantu Relawan 86, Dari Mamuju Untuk Majene Kumpul Uang Koin

Bantu Relawan 86, Dari Mamuju Untuk Majene Kumpul Uang Koin

Gerakan aksi kumpul koin untuk relawan siaga 86 di Majene

Mamuju – Penarikan mobil kijang milik pemerintah Kabupaten Majene, yang selama empat tahun digunakan oleh relawan siaga 86, menjadi viral di sosial media (Sosmed) sejak dua hari terakhir.

Informasi yang kini terlanjur viral di sosmed tak hanya menuai keprihatinan dari masyarakat Majene, namun kabar itu juga mengundang empati dari aktivis Badan Advokasi Investigasi Nasional Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Bain-Ham RI) Provinsi Sulawesi Barat.

Koordinator Bain Ham-RI Sulbar, M Basri kepada mediasulbar.com di Mamuju, Senin, 22/6, mengaku ikut prihatin melihat perkembangan berita media maupun yang tersaji di sosmed Facebook.

“Sangat memiriskan atas sikap pemerintah daerah yang telah tegah hati mengambil alih kendaraan yang selama ini asas manfaat nya cukyp menyentuh masyarakat miskin. Apa pun dalilnya, ini kekeliruan besar. Dimana hati nurani mereka (pemkab Majene.red). Alasan oenertiban aset oleh inspektorat maupun BPK tak bisa dirasionalkan. Masih ada cara lain tampa harus menyita mobil ini. Apalagi, selama ini kendaraan itu tak satu senpun membebani APBD,” ujar M Basri.

Karena itu kata dia, sebagai bentuk dukungan moril terhadap relawan Siaga 86 di Majene, maka ia akan bergerak melakukan aksi kumpul koin untuk disumbangkan kepada penggiat aksi kemanusiaan di bumi Assamallewuang itu.

“Yang jelas kami akan bergerak cepat. Berapa pun yang terkumpul, maka koin itu akan kita sumbangkan ke pihak relawan. Ini juga bagian dari kritikan terhadap pemerintah daerah yang tegah niang memutus kerja sosial yang ada di daerah itu,” ujarnya lagi.

Tabri Taufiq M Mandra

Aksi kumpul koin ini juga akan berlangsung di Majene. Kali ini juga bakal digagas oleh salah satu penggiat literasi budaya Majene, Tabri Taufiq M Mandra.

“Pokoknya saya akan bergerak untuk aksi kumpul koin. Paling tidak, dari koin yang terkumpul akan didonasikan kepada relawan. Kita harap, relawan itu segera memiliki mobil pengganti untuk melanjutkan aksi kemanusiaan yang sudah banyak meringankan beban warga miskin,” ucap Opi.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!