Minggu , Juni 7 2020
Home / Hukum / Belum Kapok… Benarkah Kerjasama Media Sekwan Wajib Kantongi Rekomendasi Legislator?

Belum Kapok… Benarkah Kerjasama Media Sekwan Wajib Kantongi Rekomendasi Legislator?

Pimpinan Redaksi Mediasulbar.com, Aco Ahmad

Oleh: Aco Antara

Mahene, 19 April 2020

Mamuju – Masih ingat kasus DPRD Sulbar terkait program aspirasi yang ditangani  Kejaksaan Tinggi di akhir tahun 2017. Kala itu, empat pimpinan DPRD Sulawesi Barat sempat mendekam dibalik jeruji besi walaupun pada akhirnya pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Mamuju, menjatuhkan vonis bebas.

Saat pertengahan tahun 2017, sejumlah anggota DPRD Sulbar mondar mandir penuhi panggilan penyidik Kejati Sulselbar saat itu. Bukan hanya legislator yang dipanggil, tetapi juga rekanan dan wartawan ikut terperiksa atas kegiatan program aspirasi dewan.

Pascakejadian itu, program aspirasi DPRD didaur ulang metode pelaksanaan di lapangan. Campur tangan legislator terhadap program aspirasi sudah agak rapi.

Entah apa yang merasuki sejumlah oknum di lembaga terhormat itu yang seolah ingin membuka aib lama.

Kejaksaan tinggi Sulawesi Barat yang telah berkedudukan di Mamuju ini seolah tak dihiraukan lagi untuk mengulangi perbuatan yang sama. Apakah oknum legislator itu pura pura tutup mata sehingga praktek dugaan korupsi pada kegiatan kerjasama dengan perusahaan media ini pada sekretariat Dewan (Sekwan), masih dalam bayang-bayang cengkeraman anggota DPRD Sulbar terhormat ini.

Desas desus kejahatan praktek dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) ini tersirat atas metode kerjasama program publikasi media yang diterapkan oleh Sekwan DPRD Sulbar.

Penelusuran mediasulbar.com, terungkap bahwa kegiatan kerjasama media terkesan monopoli oleh media tertentu. Parahnya, kerjasama itu hanya diberikan pada perusahaan media yang direkomendasikan oleh oknum DPRD Sulbar.

Praktek pengaturan kerjasama media di DPRD Sulbar amburadul. Hal ini harus dilakukan pengawasan melekat untuk menghadirkan iklim usaha serta penyelenggaraan pemerintahan yang lebih bersih. ***

Penulis: Aco Antara

Produksi: media sulbar.com

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!