Kamis , Juli 2 2020
Home / Daerah / Bersyarat Maju Di Pilkada, Ast- Aris Kalma Rapatkan Barisan

Bersyarat Maju Di Pilkada, Ast- Aris Kalma Rapatkan Barisan

Jakarta – Partai Demokrat secara resmi menyerahkan rekomendasi usungan kepada pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Majene, Sulawesi Barat, Andi Sukri Tammalele -Arismunandar Kalma Katta (AST-Aris Kalma) di Pilkada Majene, 9 Desember 2020.

Rekomendasi partai Demokrat kepada pasangan AST-ARIS Kalma di Pilkada Majene

Rekomendasi tersebut diserahkan oleh Ketua DPP Demokrat Agus Harimukti Yudhoyono yang turut ditandatangani Sekjen DPP Demokrat, H. Teuku Riefky yang ditetapkan di Jakarta pada 30 Juni 2020.

“Alhamdulillah, partai Demokrat secara resmi mengusung kita di pilkada Majene,” kata Andi Sukri Tammalele ysng dihubungi via telepon dari Majene, Selasa, 30/6.

Menurutnya, partai Demokrat di Majene memiliki empat kursi di DPRD hasil pileg tahun 2019. Dengan begitu, syarat dukungan menuju pilkada sudah terpenuhi karena sebelumnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan torehan satu kursi juga telah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Ast-Aris Kalma.

“Syarat maju di Pilkada Majene itu harus cukup lima kursi dan itu sudah bersyarat. Jadi, jika ada orang yang meragukan kami tidak bakal maju karena tak ada dukungan parpol, maka hari saya bantah isu itu. Insya Allah kita akan ketemu di lapangan pada proses tahapan pilkada,” ujar mantan Sekda Majene ini.

Meski telah bersyarat maju di Pilkada kata Ast, juga tetap beriktihar mendapatkan dukungan partai lain. Jadi, semua elemen masyarakat yang ada di daerah Majene, khususnya simpatisan AST-Aris untuk tetap mendoakan agar rekomendasi partai lain bisa bergabung dalam gerbong koalisi MajeneRumahKita untuk Perubahan, Perbaikan dan Kemajuan.

“Meskipun syaratnya sudah cukup, kita juga terus melakukan lobi-lobi politik ke partai lain,” kata Ast.

Selain itu, Ast-Aris akan segera melakukan konsolidasi bersama parpol beserta tim pemenangan dalam waktu dekat.****

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!