Selasa , Maret 2 2021
Home / Daerah / BKPRMI Sulbar Sambangi Bayi Lahir Dipengungsian Lombang Timur

BKPRMI Sulbar Sambangi Bayi Lahir Dipengungsian Lombang Timur

Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Barat, Suardi menggendong bayi mungil yang lahir di pengungsian di Desa Lombang Timur, Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

MAJENE – Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Sulawesi Barat, memberikan bantuan dana bagi yang lahir di tenda pengungsian korban gempa di Lombang Timur, Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

“Bru saja kami menyambanginya korban gempa di pengungsian di daerah Lombang Timur. Disana kami melihat ada warga yang melahirkan di tenda pengungsian dan terdapat tiga bayi mungil yang baru saja lahir,” kata ketum DPW BKPRMI Sulbar Suardi di Majene, Kamis, 18/2/2020.

 

Menurutnya, bantuan yang diberikan ini merupakan hasil donasi warga BKPRMI Peduli untuk diberikan kepada para pengungsi yang menjadi korban gempa.

“Hingga kini masyarakat lebih banyak mendirikan tenda didepan rumah warga karena khawatir bangunan rumah sudah tidak layak huni. Kita berharap, pemerintah bergerak cepat untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat peristiwa gempa ini,” ujarnya.

Suardi mengingatkan agar pemerintah daerah segera mengatasi permasalahan utama yakni ancaman teror penyakit bagi korban bencana.

Karena itu, tim medis harus dimaksimalkan agar layanan kesehatan bagi pengungsi berjalan optimal. “Kondisi masyarakat dalam bayang bayang teror penyakit, termasuk gejala ISPA yang hingga kini menempati peringkat pertama yang menyerang warga pengungsi di Majene maupun Mamuju,” ujar Suardi.

Rombongan relawan BKPRMI Peduli Sulbar meninjau bayi yang lahir di tenda pengungsian juga dihadiri langsung Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Majene, Ir.H.Basri Ibrahim.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!