Selasa , Maret 2 2021
Home / Daerah / BKPRMI Sulbar Serukan Gerakan Mengaji

BKPRMI Sulbar Serukan Gerakan Mengaji

Relawan BKPRMI Peduli membangunan TK TPA di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene

MAJENE – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ikut menyerukan agar pemerintah daerah membumikan gerakan mengaji.

Anak anak kita sangat perlu disatukan pada satu titik untuk mengikuti pengajian. Gerakan mengaji ini juga sebagai upaya melahirkan generasi Qurani,” kata Ketua Umum BKPRMI Provinsi Sulbar, Suardi saat meninjau pembangunan TK TPA di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sabtu, 20/2/2021.

Menurutnya, Pascamusibah gempa bumi yang mengguncang wilayah kabupaten Majene-Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021, kebanyakan gedung TK TPA, rumah ibadah masjid hancur. Ada yang rusak berat, sedang dan ringan.

Karena itu, BKPRMI Peduli saat ini lebih fokus pada dua program inti yakni membangun rumah ibadah masjid darurat dan membangun gedung TK TPA semi permanen. Pembangunan TK TPA ini juga hasil donasi teman teman BKPRMI Badkot TK TPA Daerah Istimewa Yogyakarta dan pengurus DPW BKPRMI di berbagai daerah.

Optimalisasi program pembangunan rumah ibadah masjid darurat dan TK TPA ini tidak terlepas dari arahan bapak Ketua Umum DPP BKPRMI Said Al Idrus serta dukungan langsung dari Kepala Kanwil Kemenag Sulbar yang setiap saat mengingatkan agar menyelamatkan generasi muda kita untuk mewujudkan munculnya generasi Qurani.
.
Kita harus sadar bahwa Al-Quran adalah landasan Akhlak, moral dan spiritual sehingga anak anak kita memiliki benteng yang kuat dari berbagai pengaruh lingkungan dan kemajuan di era modern,” ungkapnya.

Suardi yang juga mantan Ketua DPC PMII kabupaten Polman ini mengemukakan, perkembangan teknologi informasi bisa menjadi ancaman bagi anak-anak untuk tidak mengenal Al-Qur’an. Ini yang harus dilakukan perhatian sehingga kami berharap masyarakat dan pemerintah bergerak untuk mewujudkan gerakan mengaji.

‘Gerakan Mengaji ini diharapkan menjadi budaya dan ciri khas masyarakat khususnya anak-anak di Sulbar sehingga nilai-nilai spiritualitasnya terjaga,” tegasnya.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!