Bupati Majene Apresiasi Kritikan Mahasiswa

Demo Perdana Pemerintah AST-Aris, Ini Tuntutan Mahasiswa di Majene

Aksi Unjuk Rasa Yang Dilaksanakan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia di kantor bupati Majene.

MAJENE – Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele dan Arismunandar (AST-Aris) telah memasuki hari ke 23 setelah resmi dilantik oleh gubernur Sulawesi Barat, pada tanggal 28 Juni 2021.

Sejak resmi menjalankan roda pemerintahan, praktis pasangan Ast-Aris harus bekerja keras untuk membenahi berbagai sektor diantaranya pemulihan ekonomi pascabencana, pemulihan ekonomi dampak wabah virus Corona serta mewujudkan program 100 hari kerja yakni Majene Terang, Majene Bersih dan penegakan supremasi hukum.

Wabah virus Corona sejak empat pekan terakhir di kabupaten Majene terbilang tinggi sehingga daerah ini masuk esiminasi zona Orange.meningkatnya masyarakat yang terpapar virus Corona yang saat ini telah mencapai 56 kasus covid-19. Bahkan ada dua orang korban jiwa akibat terpapar virus Corona.

Trend jumlah kasus Covid yang mengalami lonjakan memaksa Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majene melaksanakan rapat untuk membahas prihal penyelenggaraan malam takbir, shalat idul Adha dan pelaksanaan qurban.

Hasil rapat Forkopimda lahir setelah menindaklanjuti Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021. Begitupun keputusan yang disepakati hasil pertemuan Sekda se Sulbar tentang tatacara kegiatan malam takbiran, shalat Idul Adha, pemotongan hewan qurban bagi daerah yang masuk zona merah dan oranye. Atas dasar inilah kemudian ditetapkan pelaksanaan kegiatan keagamaan ibadah shalat Idul Adha dialihkan ke rumah.

Surat edaran Bupati Majene no.459/777/2021 M tentang penyelenggaraan shalat Idul Adha oleh mahasiswa yang tergabung dalam pengurus wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Sulawesi Barat, menilai kebijakan yang keliru.

“Harusnya masyarakat Majene menyambut hari raya Idul Adha dengan kegembiraan. Namun hal itu bertentangan dengan surat edaran Bupati Majene, dengan dalil bahwa Majene zona Orange,” kata ketua SEMMI Sulbar, Muhammad Syukuran Tahir dalam surat tuntutan saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor bupati setempat, Kamis, 22/7/2021.

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Sulawesi Barat, saat menyampaikan pendapatnya dihadapan Forkopimda terkait surat edaran tata cara pelaksanaan kegiatan shalat Idul Adha dimasa pandemmi virus Corona, Kamis, 22/7/2021.

Mahasiswa menyampaikan lima tuntutannya yakni Bupati Majene harus mengeluarkan permohonan maaf secara resmi atas surat edaran pembatasan kegiatan shalat Idul Adha, memperkuat independensi PHBI, pemerintah kabupaten Majene harus mendukung penuh kegiatan keagamaan.

Kemudian mahasiswa menuntut agar realisasi target visi Majene Religius dalam program 100 hari kerja serta membentuk tim percepatan realisasi Majene Religius secara umum dan termasuk program rumah Tahfiz.

Puluhan mahasiswa ini diterima langsung Bupati dan Wakil Bupati Majene, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulbar, Kemenag Kabupaten Majene, Kapolres Majene. Dandim Majene dan beberapa pejabat pimpinan organisasi perangkat daerah.

Menyikapi tuntutan mahasiswa tersebut, Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele, tetap memperhatikan apresiasi atas kritikan yang disampaikan oleh mahasiswa.

“Kritikan yang sipatnya membangun tentu bisa kita terima. Inilah alam demokrasi yang sehat. Selaku pemimpin tertinggi di daerah, maka kita tak boleh alergi pada setiap kritikan itu,” ujar AST.

Ia menjelaskan tentang kronologis atas lahirnya surat edaran itu setelah melalui berbagai pertimbangan. Kemudian surat itu juga merupakan hasil kesepakatan bersama dari unsur Forkopimda merujuk surat edaran pemerintahan pusat dan merujuk hasil pertemuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar yang dihadiri para Sekda se Sulbar, terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan di hari raya idul Adha dalam suasana pandemmi virus Corona..

“Surat himbauan itu tidak berdiri sendiri, namun hal ini melibatkan seluruh unsur Forkopimda SE kabupaten Majene. Dengan terpaksa kami harus mengeluarkan surat itu karena kita tidak ingin jumlah kasus terpapar virus Corona semakin meningkat. Inilah wujud kecintaan kami kepada masyarakat agar terhindar dari ancaman penyebaran virus Corona,” jelas AST.***

Penulis MS

Rekomendasi Berita

Back to top button