BUPATI MAJENE:  JADILAH ASN YANG TANGGUH, TAK ADA PEJABAT NON JOB

MAJENE – Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele yang telah melampaui masa jabatan enam bulan setelah ia dilantik menjadi kepala daerah pada tanggal 27 Juli 2021, secara resmi melantik pejabat eselon III atau adminstrator lingkup pemerintahan setempat yang digelar di ruang pola kantor bupati pada Hari Sabtu, 31 Januari 2022.

Rotasi atau pergantian “pemain’ pejabat administraor ini merupakan kali perdana setelah terjadi peralihan kepemimpinan di Bumi Assamallewuang yang dinahkodai Bupati Majene dan Wakil Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele-Arismunandar Kalma (AST-Aris) periode 2021-2026. Tidak mengherankan bila saat ini, ratusan pejabat di daerah itu berganti selaras dengan hadirnya AST-Aris sebagai pasangan sang nahkoda baru.

“Proses mutasi sesuatu hal yang wajar terjadi di dunia birokrasi. Perlu dicatat, tak ada pejabat yang saya non jobkan. Mereka dari posisi jabatan lama kini sebahagian dialihkan menjadi pejabat fungsional. Semua yang terjadi di dunia ini tentu ada khidmanya. Hanya dengan sikap sabar perlu ditanamkan dalam diri kita. Insya Allah, buah dari sikap sabar inilah yang nantinya mengankat derajat kita diluar dari ekspektasi diri sendiri. Itulah yang mungkin dimaksud berkah,” kata Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele kepada reportase mediasulbar.com di Majene, Sabtu, 31/1/2022.

AST pun lantas berbagi kisah dalam perjalanan karirnya saat masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pasa lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju hingga menjalani masa pengabdian pada lingkup Pemprov Sulbar era Tahun 2013 hingga Tahun 2018.

“Dulu pun saya pernah mengalami perjalanan fase sangat sulit saat bekerja di lingkup Pemprov Sulbar. Pengalaman perdana mendapatkan jabatan eselon II, kala itu Bupati Mamuju Suhardi Duka memberikan kepercayaan memimpin Dinas ESDM Kabupaten Mamuju. Setelah itu, saya pindah tugas ke Pemprov Sulbar. Fase itu bagi saya sangatlah sulit lantaran lima tahun lamanya tak ada satu pun jabatan alias non job di lingkup Pemprov Sulbar. Saya pun belum menyerah, dan akhirnya Gubernur Anwar Adnan Saleh memberikan amanahnya sebagai Kadis Sosial Pemprov Sulbar tahun 2017, lalu setahun kemudian kembali diamanahkan sebagai Kadis Pendidikan dan kebudayaan Pemprov Sulbar. Berselang setahun kemudian, saya kembali ikut seleksi jabatan Sekda dan akhirnya terpilih untuk menduduki jabatan Sekdakab Majene. Hanya setahun lebih, jabatan Sekda saya letakkan  karena berniat memilih jalur pengabdian lain sebagai calon bupati Majene digelaran pilkada serentaj tahun 2020. Atas izin Allah SWT, kami terpilih menjadi bupati Kabupaten Majene untuk periode 2021-2026.

Karena itu, Andi Achmad Syukri pun menyarankan kepada segenap ASN tak perlu ada yang berkecil hati bila rotasi pejabat administrator lingkup pemkab Majene, belum sesuai yang diharapkan. Begitu pun kepada pejabat yang diberikan amanah ini, agar tak perlu disambut dengan eforiah, tetapi anda (pejabat.red) dituntut bekerja lebih profesional, lebih fokus dalam mendukung kebijakan program akselerasi percepatan pembangunan sesuai visi misi yakni Majene Unggul Mandiri dan Religius (Majene UMR).

Khusus pelantikan pejabat eselon II dan IV kata bupati, maka pemerintah daerah telah menjadwalkan digelar Pebruari Tahun 2022. “Proses pergantian para pejabat Lurah, Kepala Puskesmas dan jabatan lainnya. Insya Allah, kami tuntaskan pelaksanaan penyegaran pejabat ini di medio Februari tahun ini.  (MS-01/B)

 

Penulis: Atta

Editor Aco Antara

Produksi By mediasulbar

Segmen Khusud Advedtorial Dipersembahkan Humas&Prokopim Pemkab Majene

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button