Cabuli Anak Bawah Umur, Oknum ASN Ini Terancam 15 Tahun Penjara

POLMAN — AH (55) Salah Seorang Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai salah satu staf Tenaga Tekhnis/Caraka di salah satu Sekolah Dasar di polman diamankan Satreskrim Polres Polman, Jumat (27/4/2018).

Tersangka diamankan usai di laporkan telah mencabuli (F) 9 Tahun Siswa SD yang tidak lain adalah Siswi dimana Tersangka bekerja.

Kapolres AKBP Muhammad Rifai, melalui Kasat Reskrim Polres Polman AKP Niki Ramdhany, membenarkan hal tersebut, menurutnya, Kejadian tersebut diketahui berawal ketika korban (F) bercerita kepada kepala sekolahnya, lalu kemudian kepala sekolah memberitahukan kepada pihak keluarga korban. Dan orang tua korban telah melaporkan dugaan pencabulan tersebut ke pihak kepolisian.

“Dimana diduga pelakunya adalah AH alias NH bin AR (55), salah satu staf Tenaga Tekhnis/Caraka Pada Sekolah SD inpres 067 Lambe Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman,”Ujar AKP Niki Ramdhany.

Menurut, AKP Niki Ramdhany, kejadian tersebut berawalnya ketika korban pulang sekolah, tersangka kemudian mengajak kerumah tersangka.

“Saat tiba dirumah tersangka saat itu korban duduk dikursi ruang tamu dimana rumah tersangka saat itu dalam keadaan kosong, selanjutnya tersangka kemudian membelikan korban makanan berupa Roti dan setelah korban memakn roti tersebut tersangka kemudian duduk di samping korban dengan posisi berdampingan dengan korban,”AKP Niki Ramdhany

Lanjut dikatakan, Saat tersangka membuka celananya hingga alat kelaminnya terlihat oleh korban lalu menyuruh korban baring diatas kursi dengan posisi terlentang sambil menyuruh korban membuka celananya namun korban sempat menolak dan menahan tangan tersangka akan tetapi tersangka kembli membuka celana korban kemudian tersangka memasukkan alat kelaminnya kedalm vagina korban.

“Saat ini Unit PPA membawa korban untuk dilakukan Visum di RSUD Polewali,”Ucap AKP Niki Ramdhany.

Untuk tersangka, Kata AKP Niki Ramdhany, Disangka Pasal 81 ayat (2) subs Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 Tentang penetapan peraturan pemerintah penggnti UU No. 1 thn 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 thn 2003 tentang perlindungan anak Dan atau Padal 290 ke-2e KUHPidana. Dengan Ancaman hukuman 15 tahun penjara,”Ungkap AKP Niki Ramdhany. (**)

Rekomendasi Berita

Back to top button