Carut Marut Layanan Kesehatan, Adi Ahsan Buat Surat Terbuka Untuk Bupati

 

Majene – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Adi Ahsan kembali membuat surat terbuka untuk Bupati Majene.

Adi Ahsan mengingatkan agar tim gugus COVID19 membangun koordinasi yang baik, guna memaksimalkan layanan kesehatan khususnya dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Seharusx Tim Gugus COVID19 kinerjanya lebih terkordinsai degan baik. Terlebih mengoptimalkan data ODP, ORP, dan OTG. Hal ini hendak nya harus disampaikan kepada Puskesmas dan Rumah Sakit. Datanya tentu harus terus diperbaharui sesuai perkembangannya,” kata Adi Ahsan di Majene, Selasa, 26/5.

Perbaikan data tersebut diatas kata Adi Ahsan menjadi penting agar petugas puskesmas dan RSU bisa langsung mendeteksi dan mengenali pasien. Hal itu, juga mencegah hal-hal buruk yang bisa mengorban petugas kesehatan.

Saat ini kata dia, telah berada di zaman teknologi, bukan zaman manual sehingga bisa memudahkan untuk menunjang tugas tugas layanan kesehatan di daerah.

“Kami yakin ini bisa dilaksanakan oleh tim Gugus COVID19. Kami pun sangat yakin jika koordinasi kinerja Tim berjalan dengan baik, maka mungkin tak penting bagi kita menyalahkan warga. Contoh kasus, adanya pasien itu tidak jujur mengakibatkan IGD RSU sempat ditutup sementara,”terangnya.

Apalagi kata dia, pemerintah daerah telah menggelontorkan anggaran pengawasan dan pemantauan yang nilainya sebesar Rp1,2 M.

Hal yang harus disadari kata politisi Golkar, bila merujuk pada undang-undang 36 tahun 2009 tentang kesehatan bahwa pasien darurat rujukannya tidak boleh ditunda.

Mengacu pada aturan undang-undang tersebut, lembaga DPRD pun telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada bulan November 2019.

Saat itu kegiatan RDP di ruang rapat DPRD menghadirkan Direktur RSU dan Kadis Kesehatan telah menyepakati pasien darurat yyang dirujuk dari puskesmas ke RSU, tetap menggunakan administrasi sistem rujukan on line, tapi pemberangkayannya bisa disegerakan tanpa menunggu jawaban dari RSU Majene.

Karena itu kepada Pak Bupati, pak Wakil Bupati, cukuplah almarhum Almaida di Somba dan almarhum Pua Amang di Somba, yang mengalami keterlambatan rujukan. Jagan lagi ada korban, mohon segera lakukan pembenahan pelayanan di Puskesmas dan RSU Majene.***

Penulis Acho Antara
Produksi by media sulbar.com

Rekomendasi Berita

Back to top button