
Mamuju – Polresta Mamuju akan meningkatkan langkah pencegahan di sejumlah SPBU, khususnya yang melayani pengisian BBM jenis solar, pasca terjadinya dugaan penganiayaan di SPBU Simbuang, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju.
Kapolresta Mamuju mengatakan, peristiwa tersebut menjadi perhatian bersama agar pengaturan antrean BBM dapat berjalan lebih tertib, aman, dan tidak memicu perselisihan antarwarga maupun sopir.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap sabar dan tertib saat mengantre BBM. Jangan mudah terpancing emosi, apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan. Persoalan antrean harus diselesaikan dengan cara yang baik,” ujar Kapolresta Mamuju.
Sebagai langkah antisipasi, Polresta Mamuju bersama polsek jajaran akan memperkuat patroli dialogis di SPBU, terutama pada jam-jam rawan antrean panjang. Petugas juga akan berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan adanya pengaturan jalur antrean yang jelas, petugas pengawas, serta mekanisme penanganan cepat apabila terjadi perselisihan.
Selain itu, Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing akan diarahkan untuk melakukan sambang dan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, sopir, serta petugas SPBU. Imbauan tersebut mencakup pentingnya menjaga ketertiban antrean, tidak saling menyerobot, dan tidak membawa senjata tajam di tempat umum.
“Kami juga meminta pihak SPBU agar aktif mengawasi antrean dan segera menghubungi kepolisian apabila melihat potensi keributan. Pencegahan harus dilakukan sejak awal, sebelum persoalan kecil berkembang menjadi tindak pidana,” jelasnya.
Kapolresta Mamuju menegaskan bahwa membawa atau menggunakan senjata tajam tanpa hak dapat berkonsekuensi hukum. Karena itu, masyarakat diminta tidak membawa benda berbahaya saat beraktivitas, termasuk ketika mengantre BBM.
Polresta Mamuju berharap kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan BBM di SPBU dapat berlangsung aman, tertib, serta kondusif.




