Beranda Advertorial Dampak Kekeringan Meluas, Camat Tubo Sendana Koordinasi dengan BPBD Majene

Dampak Kekeringan Meluas, Camat Tubo Sendana Koordinasi dengan BPBD Majene

20
Screenshot

MAJENE– Memasuki musim kemarau panjang, dampak kekeringan mulai dirasakan warga di Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Menyikapi hal tersebut, Camat Tubo Sendana, Andi Arman, SE,MM bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene,Rabu, (0710/2026).

Camat Tubo Sendana, Andi Arman berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Majene
Screenshot

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Majene. Ada beberapa desa yang paling parah terdampak kekeringan, yaitu Desa Tubo, Desa Tubo Selatan, Desa Onang, dan Desa Bonde dan desa lainnya. Hasil pertanian alami gagal panen” ujar Camat Tubo Sendana.

Menurutnya, kekeringan tentu mengancam sektor pertanian. Sedikitnya ribuan hektare lahan pertanian yang digarap warga terancam gagal panen akibat tidak ada pasokan air dari irigasi.

“Saya rasa perlu ada langkah antisipasi khususnya pascabencana ini,” jelasnya.

Kepala Desa Onang, Kayyung juga memgakui jika bencana kekeringan sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Petani butuh sumur bor untuk mengatasi masalah kekeringan, kita berharap ada bantuan pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Majene, Suardi, S.Ag,M.Pd, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya mengaku telah menyiapkan armada tangki air bersih untuk didistribusikan jika dibutuhkan.

“Selama ini kami telah turun ke kecamatan Malunda untuk assessment. Kita siapkan 2 armada tangki dengan kapasitas 5.000 liter per hari. Prioritas untuk konsumsi warga dulu,” kata Kalak BPBD Majene.

Ia menambahkan, BPBD juga mengimbau warga untuk menghemat air dan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau ini.

Penulis Acoantara