oleh

Delapan Orang Pegawai Dinsos Mateng Tertunda Menerima Vaksin

Laporan Budi Basir Maras dari Bumi Lalla Tassisara.

Mateng- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, telah selesai melaksanakan kegiatan Vaksinasi tahap satu, Jumat 18 Juni 2021.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Dinsos, dihadiri oleh delapan orang petugas Vaksin dari Dinas kesehatan ( Dinkes ) Mateng, sejumlah pegawai dan staf, serta seluruh SDM PKH.

Koordinator PKH kab. Mamuju Tengah Muh.Yusuf,, saat dihubungi, membenarkan kegiatan tersebut. Dirinya menyampaikan bahwa kegiatan Vaksinasi ini sudah dilakukan serentak di kabupaten Mamuju Tengah. “Iye,, benar,, pak Semua ASN hingga tenaga kontrak, termasuk SDM PKH diwajibkan ikut melakukan Vaksinasi. Singkat yusuf by Chat WhatsApp, Jum’at, (18/6).

Kepala Dinsos Mateng Hj. Asmirah Djamal mengatakan bahwa kegiatan Vaksinasi ini sifatnya Wajib bagi seluruh pegawai PNS, maupun PTT, serta SDM PKH menyusul adanya surat resmi dari Kementerian Sosial RI tertanggal 10 Juni 2021 Nomor 1055./3.4/PS.02/2/2021, perihal Kegiatan Vaksinasi mandiri Covid.19.

Terkhusus bagi tenaga PTT, Asmira Djamal menegaskan bahwa semua yang bekerja di dinas sosial wajib menerima vaksin. klo tidak siap, Silakan siap siap Hengkang dari Dinas sosial. “Ungkapnya kepada media ini”.

Lebih lanjut, Kadis sosial menyebutkan bahwa kegiatan Vaksinasi tahap satu hanya bisa terealisasi 90 persen, karena ada 8 orang pegawainya tertunda menerima vaksin. Petugas menemukan sejumlah penyakit pada saat melakukan screning Seperti pengecekan suhu tubuh, gula darah, tekanan darah, dan timbang badan.

Alhamdulilah pak, dinsos Mateng hari ini, sudah 90 persen melakukan Vaksinasi. Seluruh SDM PKH juga telah selesai. Hanya ada 8 orang belum karena ada penyakitnya pak. “Katanya saat selesai menerima vaksin”.

Ditanya Soal kelanjutan vaksinasi tahap 2, dirinya menyampaikan untuk menungggu informasi petugas Vaksinasi Dinkes, apakah 8 orang tersebut sudah bisa menerima atau tidak, tergantung nant hasil lab dan pemeriksaan dokter.

Saat dihubungi, Sopyan selaku petugas Vaksin ikut Membenarkan pernyataan kadis bahwa Vaksinasi ini belum mencapai 100 persen karena hasil pemeriksaan lab dan screning dari dokter, tercatat 8 orang pegawai dinsos memiliki riwayat penyakit lain, seperti gula darah tak terkontrol, tinggi darah diatas 80/90, asma dengan sesak nafas, ada juga riwayat penyakit jantung.
Sehingga petugas menyarankan kepada mereka untuk berobat dulu sampai kondisi dalam batas normal.

Selain itu, Sopyan berharap kepada pihak terkait, agar bisa membantu mengatasi kendala jaringan pada system aplikasi “P, CARE Vaksin”. sebab menurutnya proses penginputan peserta biasa terhambat dan terkendala pada saat kegiatan Vaksinasi selama ini,”. Ucapnya dengan penuh harap.

petugas yang juga bekerja di puskesmas tobadak ini, mengaku sudah berkeliling OPD melakukan Vaksinasi. Sehingga kendala utama yang harus di perhatikan adalah Jaringan aplikasi.

Sejak bulan februari pak kami lakukan penginputan Vaksinasi pada system PCare Vaksin, tapi sekarang kami turun ke kantor kantor untuk meningkatkan Capaian Vaksin. “Tutup Sopyan mengakhiri chat WhatsApp..”

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!