Senin , Agustus 10 2020
Home / Daerah / Diduga Imbas Cegat Istri Bupati, Tiga Anggota Satpam RS Majene Dirumahkan

Diduga Imbas Cegat Istri Bupati, Tiga Anggota Satpam RS Majene Dirumahkan

Majene – Tiga anggota Satpam yang selama ini bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini statusnya dirumahkan tampa alasan yang jelas dari pihak Direktur rumah sakit setempat.

Berdasarkan hasil penelusuran oleh tim mediasulbar.com terungkap bahwa pemberhentian tiga anggota Satpam ini diduga kuat imbas setelah mencegat istri Bupati Majene, FM yang hendak menjenguk istri mantan bupati Majene, M.Darwis.

Satpam yang tidak mengenal FM ini berani mencegat karena ikut menjalankan protap. Tapi saat mengetahui yang dicegat adalah istri Bupati, maka mereka berusaha meminta maaf. Namun Satpam makin grogi karena ketiganya tidak dimaafkan dan malah diabadikan gambar ketiga satpam yang saat itu bertugas.

Peristiwa ini terjadi pada 15 April 2020. Ketiga satpam diistirahatkan sejak tanggal 16 April 2020, sembari diminta untuk menunggu panggilan oleh direktur pada tanggal 1 Mey 2020, namun hingga kini belum jelas nasib ketiga satpan yakni Irwan, Hajar dan Syukur.

Anggota Satpam RSUD Majene, Irwan yg diberhentikan.

“Kami belum tahu alasan pemecatan terhadap kami. Yang jelasnya, pemberhentian ini terjadi setelah peristiwa pencegatan istri Bupati FM. Biasanya, bila ada kesalahan maka diawali dengan surat teguran atau peringatan, tapi ini kami langsung diistirahatkan tanpa penjelasan dari pimpinan,” kata IR salah seorang korban yang diistirahatkan oleh Direktur RS kepada media Sulbar.com di Majene, Sabtu, 9/5.

Irwan mengaku pasrah atas pemberhentian yang dijalankan pihak RS, meski ditengah ekonomi terpuruk akibat pandemi virus Corona.

“Yach..kami sudah menganggur sudah lebih sebulan. Kami belum bisa mencari pekerjaan akibat virus Corona yang belum berakhir,” terangnya.

Pihak Direktur RSUD Majene yang hendak ditemui juga belum berhasil dan akan dilakukan ferivikasi berita lanjutan***

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!