Diisukan Bukan Warga Majene, Begini Penjelasan AST

Majene – Tensi politik jelang perhelatan politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) makin hangat. Beragam isu mulai digelindingkan oleh oknum tim pemenangan guna menyudutkan kredibilitas oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Majene, Sulawesi Barat, seiring berjalannya tahapan masa kampanye.

Polesan isu yang jadi santapan oleh oknum tertentu melalui sosial media (Sosmed) cukup beragam untuk menurunkan popularitas calon bupati dan wakil bupati Majene.

Gorengan isu politik identitas di sosial media (Sosmed) ini rupanya jadi bahan santapan bagi tim pemenangan di Pilkada Majene. Akhir akhir ini, akun Facebook yang diduga milik tim pemenangan calon nomor urut satu dari PAN, mengunggah status yang bersinggungan identitas calon Bupati Majene nomor urut dua, Andi Achmad Sukri konon bukan asli orang Majene. Sontak saja, postingan itu langsung mengundang reaksi dari kubu paslon nomor urut dua. Respon itu cukup beragam menuai pendaoat atas unggahan itu. Bahkan ada yang berkelakar bahwa postingan oknum kader PAN itu sepertinya salah alamat. Adapula yang beranggapan bahwa status itu mengada-ada saja….!!

Menyikapi isu tersebut, AST sapaan akrab Andi Sukri Tammalele, hanya bisa menanggapi secara dingin.

“Bisa jadi oknum itu melihat tempat kelahiran ijasah saya. Tetapi semua orang tahu jika kedua orang tua kami 100 persen suku Mandar dan semenjak berusia balita hingga tumbuh dewasa kami dibesarkan kedua orang tua kami di lingkungan Saleppa. Isu yang digelindingkan itu bagi saya bukan sebuah masalah ubtuk diperdebatkan karena publik tentu akan melihat dan menilai apa maksud dari postingan tersebut. Yang jelas, keluarga kami bukanlah pasangan ganda campuran” ucap Ast dihadapan masyarakat Desa Maliaya, Jum’at, 02/10/2020.

Saat ini kata mantan Sekda Majene, masa kampanye ini seyogianya menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai gagasan yang ditawarkan oleh kandidat paslon. Publik menanti munculnya beragam narasi programatik yang akan dijadikan dasar dalam menentukan pilihan di tanggal 09 Desember mendatang. Sayangnya, masa kampanye yang telah berlangsung sepekan ini masih didominasi oleh kampanye yang tidak produktif.

Andi Achmad Sukri Tammalele juga kembali menekankan, bahwa pilkada di Majene saat ini tinggal menghitung hari atau kurang lebih 63 hari dari sekarang.

Perhelatan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah tahun ini juga berbeda dari pelaksanaan di tahun sebelumnya karena tahun ini kita dihadapkan situasi pandemi Virus Corona.

“Kami selaku calon bupati tentu punya kewajiban untuk bersama-sama mengkampanyekan pencegahan virus Corona. Ini adalah tanggungjawab kita bersama,” ujarnya.

AST juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan masyarakat di Desa Maliaya yang telah memberikan dukungan politik yang Insya Allah, kita bisa meraup dukungan diatas angka 65 persen,” katanya.

Perlu diketahui, pasangan Ast-Aris menawarkan lima program unggulan yang menjadi titik perhatian bila mendapat mandat dari masyarakat pada 9 Desember 2020.

Pertama adalah menitikberatkan upaya pengendalian harga-harga kebutuhan pokok, memperluas lapangan pekerjaan, membangun infrastruktur secara merata, memberdayakan pelaku usaha dan tenaga kerja lokal dan akselerasi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

AST juga akan fokus program peningkatan layanan administrasi kependudukan sehingga masyarakat di desa ini tak perlu jauh-jauh ke ibukota Majene untuk mengurus e-KTP serta penempatan satu unit armada pemadam kebakaran disetiap kecamatan dan program pengembalian Bis sekolah.***

Penulis Acho Antara

Rekomendasi Berita

Back to top button