Dinas ESDM Sulbar Didesak Perjelas Perubahan Blok Sepinggan

Jangan Sampai Lepas Lagi Potensi Migas Mamuju

Mamuju – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, didesak untuk memperjelas perubahan Blok Sapinggan menjadi Blok Manakarra Mamuju I yang kini diketahui memiliki cadangan minyak dan gas (Migas) yang cukup melimpah.

Hal ini disampaikan praktisi Hukum, Hatta Kainang dalam keterangan persnya kepada sejumlah media lokal yang ada di Mamuju, Senin, (13/1).

Menurut Aco sapaan akrab Hatta Kainang bahwa perubahan nama blok itu sangat penting dilakukan karena potensi cadangan Migas ini masuk dalam wilayah terotorial Kabupaten Mamuju ibukota Sulawesi Barat.

“Pada areal itu ditemukan cadangan migas yang sangat melimpah dengan nama Sumur Merakes dengan cadangan 2 triliun  perhari (Cubic Feet Per Day). Maka dari itu, Dinas ESDM Sulbar selaku pengusul nama blok sejak tahun 2015 untuk segera mencari kepastian hukum mengenai perubahan nama blok yang dilekatkan nama daerah Balikpapan,” sebut Hatta.

Hatta yang juga pernah mendapat keperceyaan mengurus sengketa kepemilikan Pulua Lere-Lerekang ini menyebutkan, perubahan nama itu penting dilakukan karena memang cadangan migas ini berada pada gugusan pulau Balak-Balakang.

Blok Sapinggan ini kata dia, kelak akan disambungkan dengan Blok Jangkrik yang tahun ini telah berproduksi. Dilain sisi, Blok migas yang masuk di wilayah perairan Sulbar direncanakan mulai berproduksi di tahun 2019.

“Kami minta ketegasan dinas ESDM Sulbar karena hal ini menyangkut hak bagi daerah kita berupa dana bagi hasil dan participacy interes. Inilah awal dari kesejahteraan masyarakat Sulbatr karena soal Lere-Lerekang kita belum ada kepastian soal DBH Migas. Sekali lagi, kami minta keseriusan pemerintah daerah untuk melakukan perubahan nama blok-blok yang memiliki cadangan migas ini,” tegas Hatta.

Hatta yang saat ini terjung dalam dunia politik melalui Partai Amanat Nasional ini membeberkan bahwa blok Sepinggan itu kini dikelola perusahaan Migas Eni Indonesia asal negara Italia dengan Pertamina Hulu Energi.

“Hal in i mesti diseriusi oleh pemerintah daerah karena menyangkut martabat dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulbar. Jangan kita lengah dan membiarkan potensi cadangan migas kita masuk ke kas daerah lain,” ucap Hatta yang pada tahun 2019 ini akan ikut bertarung menuju kursi DPRD Sulbar bagi daerah pemilihan Kabupaten Mamuju. (Aco Antara)

Rekomendasi Berita

Back to top button