Dinas Transmigrasi Fokus Pembangunan Produk Unggulan

Segmen Khusus / Advertorial Dipersembahkan Dinas Transmigrasi Sulbar

Mamuju – Dinas Transmigrasi Provinsi Sulawesi Barat, tetap fokus pada pembangunan produk unggulan guna mendorong penguatan ekonomi bagi warga transmigrasi yang ada di Sumbar.

“Pemerintah tentu tetap fokus untuk pengembangan produk unggulan sesuai dengan potensi daerah,” kata Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar, H.Muhammad Ham sih di Mamuju, Kamis, 12/3.

Ia mengatakan, urgensi transmigrasi menjadi salah satu fokus prioritas nasional yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 . Berdasarkan UU N0. 15 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 15 tahun 1997 tentang ketransmigrasian, pembangunan Transmigrasi dilaksanakan berbasis Kawasan Revitalisasi, perubahan paradigma tersebut sejalan dengan konsep pembangunan produk unggulan kawasan perdesaan.

Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi pada kinerja Transmigrasi yang ada di wilayah Sulawesi untuk mengetahui apakah sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan,” bebernya.

Masih kata Hamzih, ada lima permasalahan yang muncul dalam pembangunan pemukiman transmigrasi yang perlu menjadi perhatian khusus. Yaitu, pemukiman transmigrasi dibangun di luar kawasan transmigrasi, pemukiman transmigrasi dibangun pada lahan yang belum HPL, dukungan perencanaan teknis belum sesuai dengan hirarkinya, ketersediaan sarana air bersih belum memadai, dan belum terpenuhinya fasilitas umum sebagai kebutuhan dasar di pemukiman.

“Jadi kondisi seperti ini tidak boleh terjadi dalam pembangunan pemukiman transmigrasi dimasa mendatang,” tambahnya.

Kementerian PKP2TRANS juga berharap agar pelaksanaan rapat penjaringan usulan program tahun 2019 merupakan forum baik untuk pusat dan daerah, sehingga usulan yang disampaikan Dinas Transmigrasi betul-betul sesuai regulasi yang ada.

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar menuturkan, ketransmigrasian merupakan momen penting dalam suatu perencanaan untuk memperoleh data calon lokasi pembangunan transmigrasi.

“Kita berharap rapat regional ini dapat menghimpun dan mendapatkan calon lokasi pemukiman Transmigrasi Baru(PTB) yang memenuhi syarat 2C (Clear dan Clean) dan 3L (Layak huni, Layak Kembang, dan layak usaha) dengan melakukan verifikasi dokumen yang sesuai  serta masuk dalam daftar 144 Kawasan Transmigrasi,” ujar Enny. (Adv)

Rekomendasi Berita

Back to top button