Disperindagkop dan UKM Sulbar Antisipasi Lonjakan Harga

Segmen Khusus/Advedtorial Disperindagkop dan UKM Sulbar 

Mamuju – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan(Koperindag), Amir Maricar melaporkan, yang melatarbelakangi dilakukan rapat koordinasi tersebut dilakukan karena harga kebutuhan pokok meningkat yang berakibat terciptanya extreme demand pada hari besar keagamaan nasional, kemudian kontinuitas suplai khususnya hasil pertanian akibat pengaruh musim dan supply shock atau banjir, kongesti di pelabuhan, spekulan serta pengaruh kenaikan harga BBM dan listrik.

“Harga bahan pokok yang tinggi dapat mengakibatkan melemahnya daya beli masyarakat yang  berdampak terhadap inflasi,  serta terjadinya suatu perkembangan stok barang kebutuhan pokok sebagai indikator stabilitasi harga yang seragam antar provins,”kata Amir Maricar.

Berdasarkan data Koperindag Sulbar, yang menjadi objek pengamanan stok diantaranya, beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam BBM dan LPG, cabe, bawang merah, bawang putih, kedele.

Sedangkan objek stabiltasi harga bahan pokok komoditi yaitu, beras, gula pasir, miyak goreng, tepung terigu, telur ayam, daging sapi, daging ayam, susu, mentega, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, ikan kembung, ikan asin teri, kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai, mie instan dan garam.

Rapat tersebut turut dihadiri, perwakilan Korem 142 Tatag,Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, Kepala Pertahanan Sulbar, Perwakilan Bulog Kabupaten Mamuju, Perwakilan Bank Indonesia, para pimpinan OPD lingkup Sulbar serta para tamu undagan (adv/)

Rekomendasi Berita

Back to top button