Distan Sulbar Membuka Diri Bagi Investor

Mamuju – Jajaran Dinas Pertanian (Distan) Sulawesi Barat, tetap membuka diri bagi setiap calon investor yang hendak berinvestasi dalam mendorong pembangunan do sektor pertanian.

Hal ini disampaikan Kepala Distan Sulbar, Ir.H.Tanawali ketika menghadiri undangan Koperasi Serba Usaha Guna Mandiri, dalam rangka persentase insvestor Jepang yang berlangsung di Aula lantai 3 ruang Oval kantor gubernur di Mamuju 6 Juli 2018.

Tanawali mengatakan, keinginan pengusaha dari negeri Samurai ini patut diberikan apresiasi yang tinggi.

“Kita tetap membuka diri bagi diapa saja ysng ingin berinvestasi sepanjang sesuai aturan. Maka dari itu, untuk mengembangkan satu usaha, apalagi di bidang pertanian naka ada tiga hal yang sangat penting yang menjadi perhatian khusus yakni aspek teknis, aspek Sosial dan adpek ekonomi,” ucap Tanawali.

 

Tanawali menyatakan bahwa
Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya.

Ia menyebutkan, Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain sebagainya.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena didalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil dari pada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.

Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.

Dalam perencanaan sebuah bisnis, baik bagi bisnis yang baru dirintis, atau pun jenis bisnis perluasan dari usaha yang sudah ada, selain mempertimbangkan aspek-aspek yang terkait dengan masalah pasar dan pemasaran, teknis, manajemen termasuk amdal, juga perlu ditelaah manfaat bisnis tersebut bagi masyarakat luas termasuk pengaruhnya terhadap perekonomian masyarakat sekitar maupun perekonomian negara.

Analisis pada aspek sosial ekonomi menekankan pada penilaian sejauh mana proyek bisnis yang akan dijalankan mendapat dukungan ataupun berkontribusi pada perilaku dan pola kehidupan masyarakat termasuk manfaatnya terhadap perekonomian masyarakat sekitar lokasi bisnis maupun perekonomian negara secara makro yaitu apakah bisnis itu akan membantu pertumbuhan perekonomian ataukah justru sebaliknya, membebani perekonomian, seberapa banyak bisnis dapat menyerap tenaga kerja, bagimana dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, penyediaan produk/jasa secara lokal, regional maupun nasional, bahkan bagaiman pengaruh bisnis terhadap perubahan devisa negara.

Selanjutnya Tanawali yg penuh semangat dalam pertemuan tersebut, menawarkan ke investor agar bisa membuka pasar untuk CPO, saat ini harga CPO saat mengalami sentimen pasar penolakan di benua erofa, Indonesia saat ini berusaha mencari pasar di luar etofah, menurut tanawali ini peluang besar agar CPO Sawit dari Sulbar bisa menembus pasar jepang. (Acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button