DPRD Beri Respon Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Sulbar

Mamuju – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi  Sulawesi Barat (Sulbar) Win Rizal, menjelaskan laju pertumbuhan ekonomi Sulbar tahun 2018 tumbuh 6,23 persen. Artinya proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut cenderung melambat dibanding pada tahun 2016 sebesar 6,03 persen serta tahun 2017 sebesar 6,62 persen.

Win Rizal menjelaskan, peran sektor pertanian terhadap ekonomi bisa dikata masih mendominasi 49 persen, dan pada kesimpulannya sektor pertanian berpengaruh besar terhadap naik dan turunnya  pertumbuhan ekonomi Sulbar.

“Pertumbuhan ekonomi Sulbar melambat  ya, tapi tetap tumbuh diangka 6,23 persen,” Jelasnya kepada sejumlah wartawan, di kantor BPS Sulbar, Rabu (6/2/19).

Ia menyebutkan, ada 3 peran penting ekonomi Sulbar yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian atau  Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor tersebut yaitu pertanian, kedua sektor perdagangan, ketiga adalah sektor industri.

“Memang dominan sektor pertanian hampir 50 persen, jadi memang peran pertumbuhan ekonomi Sulbar ini, perdagangan, Industri. Jadi untuk menjaga ataupun meningkatkan pertumbuhan ya harus digenjot oleh pemerintah,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Pimpinan DPRD Sulbar H Harun merespon atas kinerja kondisi pertumbuhan ekonomi Sulbar.
“Ekonomi Sulbar memang tumbuh, Tetapi jika dilihat kondisi tahun sebelumnya maka cenderung mengalami penurunan,” katanya.
Karena itu, pemerintah harus bekerja maksimal dengan melakukan percepatan serapan anggaran agar ekonomi tumbuh positif.
Ia menyebutkan, rentan waktu tahun 2018, peranan sektor ekonomi Sulbar yang menjadi distribusi terbesar didominasi  oleh pertanian sebesar 42,12 persen, perdagangan 10,29 persen, industri 9,70 persen, serta didukung oleh semua kategori ekonomi.

Selain itu, pertumbuhan terbesar sehingga terbentuknya angka 6,23 persen tersebut didukung menurut lapangan usaha yaitu pengadaan air 8,81 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 7,92 perssen, serta Informasi dan Komunikasi (Infokom) 7,86 persen.
Sementara untuk pertumbuhan tertinggi ekonomi Sulbar yang di ukur melalui nilai barang dan jasa yang digunakan berbagai golongan masyarakat untuk keperluan komsumsi rumah tangga dan pemerintah dihitung atas dasar harga pasar ada 6 item, namun di dominasi 3 item pengeluaran ekonomi pemerintah, yakni komsumsi pemerintah 11,14 persen, ekspor 8,53 persen, impor 8,42 persen, serta 1 item pengeluaran komsumsi rumah tangga sebesar 2,55 persen. (adv)

Rekomendasi Berita

Back to top button