Dr. Ahmad Memilih Zona Aman Dari Zona Nyaman


Majene – Jabatan setingkat kepala Dinas tentu menjadi dambaan bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada lingkup pemerintahan.
Jenjang karir untuk meraih jabatan eselon II tentu tidak datang begitu saja. Dibutuhkan etos kerja, disiplin serta prestasi mumpuni sehingga kita mendapatkan kesempatan emas berada di zona nyaman. Betapa tidak, jabatan eselon II ini adalah orang pilihan dari ribuan ASN yang ada.
Apalagi, jabatan eselon dua ini punya keistimewaan karena mendapat beragam tunjangan gaji serta dukungan fasilitas kendaraan roda empat yang dapat digunakan selama menahkodai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Meski jabatan eselon dua ini menjadi dambaan bagi ASN, namun hal berbeda bagi DR.Ahmad, S.pd, MM selaku mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Majene tahun 2018 memilih mengundurkan diri dari jabatannya.
Ahmad yang menapaki karier ASN dengan beragam tantangan hingga sempat menduduki jabatan Camat Malunda dan Ulumanda serta dipercaya oleh bupati Majene, Fahmi Massiara menahkodai Dinas P3A saat itu adalah buah kerja kerasnya.
Namun begitu, Ahmad selaku sang birokrat yang dikenal sebagai sosok aparatur yang sangat disiplin, jujur dan bertanggung jawab ini pun, rela keluar dari zona nyaman dan memilih zona aman.
“Saya sempat diberi amanah dari pak Fahmi untuk menduduki jabatan kepala dinas. Namun, saya terpaksa memilih mundur dari jabatan yang hanya saya jalani begitu sangat singkat yakni empat bulan saja. Alasan saya mundur dari zona nyaman itu karena tak kuasa melihat situasi tata kelola pemerintahan yang saya anggap tidak tepat. Jadi, saya memilih pensiun meski masa jabatan saya masih panjang,” kata DR. Ahmad saat berada di Majene, Minggu, 16/8.
Maka dari itu kata Ahmad, momentum politiik Pilkada tahun ini akan ia manfaatkan dengan mendukung vigur terbaik yang diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik lagi.
“Saya anggap vigur bakal calon bupati dan wakil bupati Majene, Andi Sukri Tammalele bersama Arismunandar Kalma, adalah pilihan tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini,” pinta Ahmad yang juga dipercaya selaku koordinator tim relawan keluarga Ast-Aris wilayah Malunda dan Ulumanda.***
Penulis Acho Antara





