Enny : Formasi ASN Harus Sesuai Kebutuhan

Segmen Khusus/Advedtorial Dipersembahkan Diskominfo Sulbar

 

Mamuju, Humas Pemprov Sulbar — Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar membeberkan beberapa kondisi kepegawaian yang terjadi di Sulbar yang masih menyisakan beberapa persoalan. Seperti jumlah PNS yang pensiun bersamaan dalam jumlah yang besar , sedangkan alokasi formasi yang diberikan tidak sesuai kebutuhan.Kondisi lain adalah kekurangan pegawai sesuai dengan tuntutan kemampuan yang dipersyaratkan suatu bidang kerja, selanjutnya kelebihan pegawai dengan kualifikasi yang tidak sesuai dengan pekerjaan, serta kecenderungan penumpukan pegawai di wilayah perkotaan dan keengganan pegawai bekerja di daerah terpencil dan kurang fasilitas.
Itu dikemukakan Wagub Enny Anggraeni Anwar saat membuka secara resmi Validasi Data Penyusunan Kebutuhan dan Uji Coba Model Formasi Berdasarkan Human Capital se-wilayah kerja kantor regional IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar di Auditorium lantai IV kantor Gubernur Sulbar, Senin, 26 Maret 2018.
Beberapa kondisi ini merupakan persoalan dalam penataan kebutuhan SDM aparatur yang juga dialami oleh pemprov dan pemda yang lain. Karena itu saya berharap para pelaksana yang menangani bidang kepegawaian yang hadir pada rapat ini untuk bersungguh-sungguh sehingga nantinya dapat tersusun formasi dan kebutuhan ASN yang riil, tepat jumlah dan tepat mutu sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tandas Enny.
Enny juga menyampaikan apresiasi kepada Sekjen BKN RI beserta jajaran yang telah hadir dan kepada kepala BKN yang telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Sulawesi Barat menjadi tuan rumah penyelenggara kegiatn yang dihadiri oleh peserta lima provinsi tersebut, yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Provinsi Maluku.

“Terimakasih telah menyelenggarakan kegiatan ini di daerah kami, ini dapat menjadi promosi bahwa Sulbar juga bisa menyelenggarakan kegiatan nasional. Juga kepada para peserta dari lima provinsi dan 72 kabupaten yang datang dari jauh, sekalipun baru saja terjadi musibah tapi tidak akan mempengaruhi antusias kita kegiatan bermakna ini, tuturnya.
Sekretaris utama BKN, Usman Gumanti juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sulbar yang telah memfasilitasi rapat tersebut, dan menyampaikan akan menetapkan jumlah formasi cpns untuk provinsi dan kabupaten/kota di tahun 2018 ini.
Tahun lalu hanya sekitar 61 instansi di satu-satunya provinsi yang kami adakan yaitu Kalimantan Utara. Tahun ini akan dilaksanakan pengadaan calon PNS dengan cukup banyak instansi. Untuk itu, kita akan melakukan validasi-validasi data karena tidak semua kabupaten/kota diberikan instansi, paparnya.
Lebih lanjut, Usman mengatakan akan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan yang mendasar dan akan mengurangi yang bersifat administratif. Juga akan memperhatikan kebutuhan dengan analisis jabatan.
” Setelah menetapkan formasinya, saya harap kabupaten/kota siap mensinergikan dan mengadakan proses seleksi CPNS dengan computer based test, tidak boleh ada kepentingan lainnya, tutupnya. (humas/fadilah)

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar saat sambutan sekaligus membuka pada acara rapat Validasi data penyusunan dan uji coba model formasi berdasarkan human capital se Wilayah Kerja, yang berlangsung di ruang pola lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 26 Maret 2018.

Rekomendasi Berita

Back to top button