Senin , Agustus 10 2020
Home / Ekonomi / Geliat Ekonomi Mamuju Jelang Akhir Tahun, Antara Untung Dan Buntung

Geliat Ekonomi Mamuju Jelang Akhir Tahun, Antara Untung Dan Buntung

Mamuju – Tiga hari jelang pergantian tahun Di Mamuju ibukota Provinsi Sulawesi Barat, menjadi berkah tersendiri bagi pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKN) di daerah Itu.

Beragam pedagang lokal maupun dari luar kota seperti Makassar berdatangan untuk membuka lapak jualan di sepanjang pantai Manakarra sebagai obyek vital keramaian pada puncak pergantian tahun baru.

Suasana pedagang sepanjang areal pantai manakarra jelang akhir tahun 2019. Foto: ucup

Konon setiap lapak, pedagang wajib membayar retribusi sebesar Rp500.000. Entah ini pungutan ilegal atau memang murni masuk dalam kas daerah. Jika dihitung, maka kas melalui sewa lapak ditaksir puluhan juta rupiah. Bila asumsi jumlah pedagang diangka 150 lapak, maka jumlah sewa dipastikan mencapai Rp75 juta untuk 3 Hari. Belum lagi areal parkir, tentu jumlah kendaraan selama tiga Hari bisa tembus ribuan kendaraan. Hal Itu, bisa menjadi sumber pendapatan daerah bila ditangani dengan baik. Namun, bila ini berbau pungli, maka tentu hanya dinikmati oknum tertentu yang sengaja mendesain dengan memanfaatkan para pedagang musiman.

Amran salah seorang pedagang mengaku, ikut mencoba peruntungan di momen akhir tahun, meski harus ikut menyewa lapak sebesar rp500.000.- selama tiga Hari.

“sebenarnya kita terbebani karena nilainya cukup besar. Dimoment pergantian tahun kadang cuaca kurang bersahabat. Sungguh, ini perjudian antara untung dan buntung, ” cetus Amran.

Pedagang ini mengaku, membayar iuran kepada petugas yang mengatur lapak jualan sepanjang areal pantai manakarra yang menjadi pusat warga menyambut moment pergantian tahun 2020.***

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!