Minggu , Juni 7 2020
Home / Daerah / Gerakan Ganti Bupati Menyeruak Hingga di Majene

Gerakan Ganti Bupati Menyeruak Hingga di Majene

Majene –  Fenomena Masyarakat Indoensia menginginkan pemimpin baru karena pemimpin lama dianggap tidak mampu membawa perubahan bagi masyarakat, dan ini juga terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Gerakan 2020 ganti Bupati Majene ini juga menjadi isu para kepala lingkungan saat menyampsikan komitmen nya dalam forum silaturahmi kepala lingkungan Banggae dan Bsnggae Timur di posko rumah perjuangan bakal calon bupati Majene, Andi Sukri Tammalele di Camba pada 12 Mei 2020.

Dengan tegas, kepala Lingkungan Lipu, Aslan menyampaikan komitmen yang cukup ekstrim yakni bersedia mundur dari jabatan Kepala Lingkungan (Kaling) bila tak bisa memenangkan pasangan AST-Aris di pilkada Majene akhir tahun ini.

“Ini adalah perjuangan saya dan kepala lingkungan lainnya agar terjadi pergantian bupati Majene untuk periode tahun 2021-2026. Pokoknya, kita gaungkan tagar Ganti Bupati,” tutur Aslan yang dikenal selaku kepala lingkungan yang sangat dicintai warganya.

Bentuk perlawanan para Kaling ini di pilkada Majene kata dia, sebab masyarakat kurang merasakan peran seorang pemimpin yang bijaksana dan memperhatikan rakyatnya.

Ketua forum kepala lingkungan, Mukarrabin

Kondisi ini sudah dirasakan selama 4 tahun lebih, bahkan semua program kurang berdampak sistematis pada upaya peningkatan ekonomi bagi masyarakat itu sendiri.

Karena itu Masyarakat Bumi Assaallewuang Majene untuk memanfaatkan momentum pilkada dengan memilih pemimpin yang bisa mengayomi dan memahami kebutuhan masyarakat kecil.***

Penulis: Acoantara
Produksi by media sulbar.com

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!