Hamzih: Ada Tiga Aspek Yang Patut Dimiliki Pengurus NU

 

 

Mamuju – Jelang Agenda Konperwil Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Sulawesi Barat, beragam pesan dan harapan yang dilontarkan dari kader kader terbaik yang ada di daerah itu.

Salah satu kader NU Sulbar, H Muhammad Hamzih yang saat ini menduduki jabatan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Sulbar, turut memberikan tanggapannya jelang bergulirnya Konperwil NU di wilayah jazirah tanah Mandar ini.

Muhammad Hamzih mengatakan, selama ini ada kecenderungan pengurus NU yang ada selama ini hanya mengedepankan kepentingan interen tanpa ada lamgkah maju dalam membesarkan organisasi ke NU an.

“Jujur saja, saya melihat selama ini ada penomena kepengurusan NU di Sulbar cenderung tidak pernah berpikir maju membesarkan NU dan hanya sebatas simbol saja. Ini cukup mimiriskan karena Sulbar merupakan lumbung kader NU setelah Jawa Timur,” terang Hamzih yang juga jebolan kader terbaik di PMII.

Karena itu kata Hamzih, para sahabat sahabat yang terlibat dalam kepengurusan NU dimasa depan harus memiliki tiga aspek yaitu , consep, competensi, coneksi dan moralitas memaksimalkan organisasi ini.

Pengurus NU kata dia, mutlak memiliki koneksi atau jaringan yang lebih kuat serta mampu menyatukan NU kekininian dan tidak sebatas simbol saja.
Tak kalah pentingnya kata dia, memiliki latarbelakang ke NU atau pondasinya lebih kuat, memiliki konsep, konpetensi serta punya moral yang telah teruji.

Terakhir kata dia, vigur pengurus NU harus yang lebih inovatif dengan menggabungkan kekuatan kultur dan mengkonbain kekuatan birokrasi yang ada di Sulbar.

“Tidak bisa di pungkiri kekuatan birokrasi harus dipadukan dengan kekuatan kultur. Jujur selama ini, kepengurusan NU tak mampu membangun jaringan hingga ke luar. Buktinya, hingga saat ini jargon gedung kantor NU saja juga belum ada, padahal kita memiliki banyak kader kader mumpuni untuk bisa mewujudkan cita cita bersama dalam bingkai memajukan NU di Sulbar,” kata Hamzih.

Banyak hal yang harus dilakukan bagi kader kader NU sehingga keberedaan organisasi ini menjadi milik masyarakat. Tetapi sayangnya, karena pengurus selama ini tidak mampu mengakomodasi hal hal yang subtansi dengan membangun kekuatan roh NU hingga ke tingkat akar rumput atau masyarakat.

Hamzih pun menitip pesan kepada, pengurus NU, kiranya mampu menghadirkan program yang inovatif untuk kemajuan NU di daerah ini. Paling tidak, pengurus kedepn harus memastikn bahwa pada masa jabatanx selama 5 tahun manpu membngun Gedung Sekretariat NU yg didalamx juga berdiri Banom NU.

Harus diingatkan bahwa bila ingin menjadi KETUM NU WIL, maka jiwa raganya harus dibalut dgn Roh NU. Artinya vigur Ketum hendaknya siap berkorban demi kepentingn dan kebesaran NU. (acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button