Kamis , Desember 3 2020
Home / Adventorial / Idris : Butuh Action Dalam Kembangkan Pariwisata

Idris : Butuh Action Dalam Kembangkan Pariwisata

Advertorial

Mamuju – Dalam mengembangkan sektor pariwisata di Sulbar tidak hanya membutuhkan regulasi, namun juga dibutuhkan adanya action atau tindakan untuk mengelolanya.
Hal tersebut ditekankan Sekprov Sulbar Muhammad Idris, saat membuka acara Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Pariwisata Sulbar, di ruang meeting lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 27 Februari 2020.

“Kebanggaan tidak hanyak cukup dengan banyaknya kebijakan di sektor pariwisata. Saya senang kalau kita bicara kebijakan, tetapi jangan sampai kita larut dengan itu, tanpa adanya action di dalamnya,”pungkas Idris
Selain itu, juga dibutuhkan peran dari berbagai pihak, baik Pemprov maupun Pemkab termasuk juga para pengusaha.
“Pada sektor pariwisata ini harus melibatkan banyak pihak, tidak cukup hanya Pemprov yang duduk bersama Pemkab saja,”tandas Idris
Dikemukakan, sektor pariwisata selalu menarik untuk dibicarakan, namun dalam hal itu tidak ada yang bisa dibanggakan jika tidak berorientasi pada hasil.
“Tidak boleh lagi input terus, tapi tidak ada hasilnya. Makanya saatnya kita harus berorientasi hasil,”kata Idris
Melalui kesempatan tersebut, Idris meminta, kedepan seluruh destinasi wisata yang ada di Sulbar harus dibuatkan rencana strategis sedetail mungkin.
“Saya minta di 2021 kita tidak boleh lagi menggambar bebas, apalagi kalau kita meminta dukungan anggaran tanpa ada rencana strategis masing-masing destinasi. Makanya saya dorong Pulau Karampuang agar kerangka besarnya harus final di tahun ini sampai sedetail mungkin, misalnya siapa yang mau berinvestasi dan apa yang diinvestasi,”tambahnya
Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Wadji mengatakan, untuk mengelola pariwisata harus lebih banyak melakukan koordinasi antara OPD satu dengan lainnya.
“Satu OPD tidak akan berdaya jika kegiatannya tidak disinkronkan dengan OPD lainnya,”kata Farid
Olehnya itu, Farid mengungkapkan, Forum OPD Bidang Pariwisata tersebut, bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mensinergikan kegiatan, baik yang ada di provinsi maupun kabupaten, sehingga dapat dilaksanakan secara bersama-sama.
“Alhamulillah pada hari ini kita berkumpul bersama, untuk mempertemukan visi atau kegiatan yang akan kita laksanakan bersama-sama,”kata Farid
Ia menambahkan, pada tahun ini sejumlah destinasi wisata yang ada di Sulbar akan didorong pengembangannya melalui penyelenggaraan festival, yakni Festival Taman Nasional Gandang Dewata di Mamasa, Festival Sungai Mandar di Polewali Mandar dan Festival Kota Tua di Majene. (mhy)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!