Beranda Advertorial Jaga Warisan Budaya Sulbar, Anjungan TMII Lakukan Pengecekan dan Pendataan Aset

Jaga Warisan Budaya Sulbar, Anjungan TMII Lakukan Pengecekan dan Pendataan Aset

1

MAMUJU – Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung melalui pengecekan dan pendataan aset inventaris budaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (7/10/2026) ini bertujuan memastikan seluruh koleksi budaya tetap terawat, tertata, dan siap menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Pengecekan dilakukan terhadap berbagai koleksi budaya yang mewakili enam kabupaten di Sulawesi Barat, yakni Mamuju, Polewali Mandar, Majene, Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamasa.

Beragam koleksi yang menjadi daya tarik anjungan tersebut meliputi miniatur rumah adat, kain tenun sutra Mandar atau Saq’be, tenun ikat Sekomandi, kain Sambu Mamasa, alat musik tradisional gandrang dan kecapi Mandar, hingga miniatur perahu Sandeq.

Selain itu, pendataan juga mencakup alat tenun, kerajinan logam, perabotan, pencahayaan, serta berbagai fasilitas penunjang pelayanan bagi pengunjung.

Kepala Subbidang Promosi, Informasi dan Investasi, Nurul Farasmy, mengatakan pengecekan aset merupakan agenda rutin untuk memastikan seluruh koleksi budaya berada dalam kondisi baik dan dapat dinikmati pengunjung sebagai bagian dari pengalaman wisata sekaligus pembelajaran budaya.

“Kami ingin setiap pengunjung, baik wisatawan lokal, mancanegara, maupun rombongan edukasi pelajar, mendapatkan pengalaman terbaik. Semua aset budaya harus dalam kondisi prima, bersih, dan informatif. Ini adalah wajah Sulawesi Barat di Ibu Kota,” ujar Nurul.

Menurutnya, pendataan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai inventarisasi, tetapi juga menjadi langkah pemeliharaan preventif untuk menjaga keberlangsungan koleksi budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas daerah.

Perhatian khusus diberikan kepada koleksi berbahan kain dan kayu yang rentan mengalami kerusakan akibat kelembapan maupun faktor usia. Melalui pemeriksaan berkala, potensi kerusakan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga perawatan dan perbaikan dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas penataan ruang pamer agar tetap bersih, menarik, dan informatif. Dengan kondisi koleksi yang terawat serta fasilitas yang memadai, pengunjung diharapkan dapat mengenal lebih dekat kekayaan tradisi, seni, kerajinan, dan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Barat.

Keberadaan Anjungan Sulawesi Barat di TMII memiliki peran strategis sebagai ruang pengenalan identitas daerah kepada masyarakat luas. Tidak sekadar menjadi tempat memamerkan benda-benda tradisional, anjungan ini juga menjadi sarana promosi pariwisata, pelestarian warisan budaya, dan edukasi bagi generasi muda.

Melalui pengelolaan aset yang tertib dan pemeliharaan berkelanjutan, Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di TMII diharapkan semakin optimal dalam memperkenalkan kekayaan budaya Sulbar kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya daerah agar tetap lestari, dikenal lintas generasi, serta menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat di tingkat nasional maupun internasional.