Jalan Menuju Tiga Desa Di Sendana Dikeluhkan

Majene – Jalan yang menghubungkan antara Desa Sendana, Desa Pundau dan Desa Binanga, Kecamatan Sendana mengalami kerusakan yang parah namun sampai saat ini tidak ada upaya dari Pemerintah daerah untuk perbaikan padahal ini merupakan jalan utama untuk meningkatkan ekonomi warga.

Aco Tasrif Kepala Desa Sendana mengatakan bahwa sejak dirinya terpilih menjadi kepala Desa, warga di Dusun Ratte sudah menyampaikan kepada saya, jalan menuju ke dusun mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan secepatnya.

Lanjut Aco Tasrif, mengatakan ini merupakan wilayah Desa Sendana yang berbatasan langsung dengan Desa Pundau dan merupakan jalur alternatif tembus Desa Binanga.

“Akses jalan ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk segera diperbaiki untuk peningkatan ekonomi warga baik itu petani, pedagang, maupun orang luar yang masuk ke Desa kami,” kata Aco Tasrif saat ditemui wartawan Mediasulbar.com rabu 27/10/2021.

Menurut Aco Tasrif, Kerusakan jalan Desa Sendana, Desa Pundau dan Desa Binanga sudah lama, dengan Panjang 4 Km dengan lebar 6 meter dan sampai saat ini Pemerintah Daerah belum ada upaya perbaikan.

“Pemdes Sendana sudah mengusulkan dalam Musrembang Desa untuk Anggaran 2023 dan juga sudah dilaporkan kepada pihak PUPR Kabupaten Majene termasuk Anggota DPRD Dapil II untuk perbaikan jalan namun sampai ini belum ada realisasi,” ujar Aco Tasrif.

Sementara itu, Kepala Desa Pundau Harman, membenarkan bahwa jalan yang menuju ke Desanya sudah lama rusak, sejak tahun 2010, sampai saat ini, belum ada perbaikan dari pihak Pemerintah Daerah.

“Kami sudah beberapa kali usulkan kepada Pihak PUPR Majene dan sudah ditinjau secara langsung di lapangan tahun 2019 lalu namun belum ada realisasi perbaikan,” kata Harman.

Lebih lanjut, Ia mengatakan perbaikan jalan secepatnya sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengeluarkan hasil produksi pertanian guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Binanga Masnawi Manku Alam ikut membenarkan bahwa jalan Desa Binaga, yang berbatasan secara langsung dengan Desa Pundau sudah lama belum ada perbaikan terakhir perbaikan pada saat Bupati Kalman Katta, itupun belum ada pemekaran Desa.

“Jalan ini merupakan jalur alternatif untuk menuju ke Pelabuhan Palipi dan merupakan jalur utama warga di tiga desa untuk mengangkut hasil pertanian terutama kelapa dan ternak, ” ungkapnya.

“Warga sering mengeluh ketika musim hujan seperti saat ini jalanan becek sangat sulit di lewati, bahkan sering terjadi kecelakaan pengendara motor.” tuturnya.

Ia pun berharap, kepada pihak pemerintah agar ada keseriusan untuk memperbaiki jalan Desa kami supaya masyarakat mudah dalam melaksanakan aktifitas.

“Jangan hanya kita usulkan dalam setiap musrembang di akomodir dalam Renja SKPD namun tidak ada realisasi di lapangan,” tegasnya.** (MS/05/C)

( Wahid )

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button