Minggu , Januari 24 2021
Home / Daerah / Polewali Mandar / Jumriah; IRT Berperan Penting Menangkal Faham Radikalisme

Jumriah; IRT Berperan Penting Menangkal Faham Radikalisme

Ketua Tim Penggerak PKK Hj Jumriah Ibrahim saat menjadi pembocara dalam worskshop ke DDI an bertema menangkal faham radikalisme menuju Indonesia maju dan damai di NR Cafe Shop Pekkabatan Selasa siang 3/11

POLMAN – Penyebaran faham radaikalisme terus menyusup kemana saja. Kalangan remaja menjadi sasaran korbab penyebarannya. Bahkan anak anak pun mulai dilirrik dan menjadi ancaman korban radikalisme.

Berkaitan hal tersebut, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Polewali Mandar, Hj Jumriah menegaskan radikalisme harus dicegah terutama bagi anak anak.

Untuk itu, peran perempuan terutama ibu rumah tangga sangat penting dalam upaya menangkal paham radikal yang dianggap sebagai sumber dari tindakan terorisme.

“Perempuan atau ibu rumah tangga itu bisa menyebar perdamaian dalam lingkungan. Terutama di setiap rumah tangga,”sebut Jumriah saat menjadi pembicara dalam workshop ke DDI an bertema menangkal faham radikalisme menuju Indonesia damai dan maju di NR Cafe Shop Pekkabata, Selasa siang 3/11.

Menurut Jumriah, perempuan bisa menciptakan perdamaian di dalam setiap keluarga maupun lingkingan sekitarnya. Sebab, seorang ibu memiliki keunggulan tersendiri dalam menciptakan rasa dama bagi anak anak.

Sebenarnya menurut Jumriah, mudahnya kalangan remaja atau anak anak tersangkut paham radikalisme karena kurangnya perhatian, pendidikan yang dibangun dalam keluarga.

Bahkan, perempuan maupun ibu tak kalah penting dengan guru dalam mengawali pendidikan dini bagi anak.

Karena itu ibu rumah tangga pun harus meningkatkan pengawasan terhadap anak anak dan memberikan pendidikan dasar bagi anak agar memiliki akhlak yang baaik.

“Semua dimulai dari Ibu. Baru lanjut ke pendidikan sekolah dasar. Jadi, tidak akan maksimal juga pendidijab anak disekolah kalau tidak dibekali dengan dasar pemahaman dari lingkungannya sendiri,”jelasnya.

Dia mengatakan, ibu rumah tangga juga ibarat guru yang bisa menyebar kedamaian bagi putra dan putrinya.

Sebagai ketua penggerak PKK, Jumriah pun menekankan kepada kalangan perempuan maupun ibu, terkhusus para istri pegawai di Kabupaten Polman , untuk bersama sama menjaga dan membentengi diri anak dari ancaman radikalisme.andi indra

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!