oleh

Menuju Terang, Aku Terlanjur Cinta!!! Tak Pudar Hingga Akhir Khayatku

TAK Kenal maka mustahil getaran rasa akan tumbuh direlung hati diantara kita..!!!!!!Bila engkau telah mengenalnya maka kerinduan itu akan hadir menghiasi tidurmu dengan mimpi yang indah di penghujung malam.

Maka dari itu, ijinkan aku menggores cerita singkat tentang petualangan ini saat aku menemukan cinta sejati yang tak lekang dari dekapku. Perjalanan panjang ini kita jalani agar aku mampu menemukan arti  sebenarnya tentang makna kehidupan yang telah separuh kehidupan duniawi telah kita lalui. Apa yang telah dititipkan Tuhan terhadap ummatnya, maka itupun akan kita pertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Begitupun reski dan profesi yang kita dapatkan juga amanah yang nantinya wajib dipertanggungjawabkannya. Termasuk wartawan juga akan dimintai  pertanggungjawban dari segala apa yang telah kita perbuat selama hidupmu.

 

Aco Ahmad Andi Hamid (foto Tahun 2012)

Bagi saya, tentu separuh hidupku (Aco Ahmad Andi Hamid) yang juga CEO kantor berita Mediasulbar Group telah kujalani. Wajah saya mungkin tak lazim bagi masyarakat Sulbar, khususya yang ada di kota Tua Kabupaten Majene.

Mediasulbar.com yang saya bangun selama lima tahun terakhir, juga adalah ketapan dari sang maha kuasa, Allah SWT. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa multimedia ini telah menghimpun potensi lokal. Jika kita berbicara tentang dunia usaha, maka hanya dua kemungkinan yang kita dapatkan yakni untung dan rugi.

Untuk meraup target keuntungan dari unit usaha bisnis media, maka dituntut seluruh karyawan wajib meningkatkan performa dengan menghadirkan  berita berkualitas sehingga masyarakat ikut menerima informasi yang layak dipercaya.

Beragam tantangan pasti bertemu…….Sebab menjadi jurnalis terkadang diluar sana kebanyakan mengguncing orang dan bahkan kerap mengolok-olok  profesi ini.

Namun anggapan semacam itu justeru memotivasi saya bahwa masih banyak wartawan profesional dalam melaksanakan tugasnya. Ulet dalam bekerja sebuah prinsip saya dalam melakoni setiap profesi yg saya geluti. Seiring berjalannya waktu, profesi inipun mengantarkan saya kejalan yang benar lantaran saya sudah terlanjur jatuh hati terhadap profesi ini. Rasa cinta itupun saya aktualisasikan dengan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang jasa multimedia bernama PT Media Sulawesi Barat yang dilahirkan sejak tahun 2015.

Sejujurnya, dahulu kala memang tak ada dalam benak pikir saya untuk menggeluti dunia jurnalistik yang saat itu saya anggap  profesi yang mustahil saya tekuni karena memang minim pengetahuan tentang jurnalis.

Tetapi itulah ketetapan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, atas kuasa-Nya telah menuntun saya untuk ditakdirkan tulus mencintai sepenuh hati terhadap profesi jurnalis yang akan terus bersemayam dari lubuk hati paling dalam. Karena terlanjur cinta, maka profesi ini tak akan luntur hingga kelak dipertemukan liang lahat sebagai syarat berakhirnya petualangan saya dalam menebar kebaikan, membongkar praktek kejahatan serta ikut membela kaum lemah atas tindakan kesewenang-wenangan penguasa.

Rasa bersyukur karena separuh hidupku telah saya persembahkan agar ribuan karya jurnalis telah bermanfaat bagi ummat…!!!  Terkadang nalarku ikut bertanya mengapa saya ditakdikan menjadi wartawan, mengapa bukan ASN ??? (Aparatur Sipil Negara).  Padahal awalnya saya buta dengan profesi itu. Ketika itu jika berandai-andai seberapa besar persentase pemahaman dasar saya menjadi jurnalis kali pertama berhimpun di dunia pers Indonesia, maka predikat pengetahuan jurnalistik saat itu, maka tentu wajar jika hanya mendapatkan raport merah.

Ketika saya beranjak  di usia 17 tahun, maka sekali lagi saya harus berucap jujur saya tuli dan buta akan pemahaman tentang pers yang sama sekali tak pernah didapatkan dibangku sekolah. Apalagi, pengetahuan saya ketika usia remaja hanya punya pengalaman seorang penyiar yang hobi menyalurkan bakat berbicara melalui stasiun radio FM Sendana di tahun 1997.

Setelah itu, tepat tahun 2004, saya pun mencoba belajar jadi jurnalis tv nasional di Metro TV untuk areal liputan Mamuju selaku ibukota provinsi Sulawesi Barat. Namun saat itu masih sebatas magang dan saya harus mundur teratur karena ternyata sangat sulit menjadi pewarta TV karena dituntut mengejar momen visual atau gambar pendukung berita.

Saat kaki saya menginjakkan bumi Tadulako, Palu di tahun 2006, dengan menggunakan bis kecil melalui jalur tran Sulawesi bagian barat sungguh perjalanan melelahkan karena penumpang harus siap torambang ambing diatas bus mini selama puluhan jam dan bahkan terkadang perjalanan bisa menghabiskan waktu hingga dua hari dua malam akibat buruknya akses jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur Sulbar dan Sulteng belum dilapisi aspal.

Sungguh tak terlintas dalam benak untuk bekerja di salah satu perusahaan koran Mercusuar Sulteng, salah satu perusahaan koran tertua di daerah yang saat itu mengalami krisis kauangan dan nyaris bangkrut setelah direksi Jawa Pos Group telah menarik seluruh sahamnya dengan mendirikan koran Harian Radar Sulteng.

Ketika koran harian Mercusuar Sulteng terancam kolaps, manajemen perusahaan pun tak mau menyerah dan terus berusaha bangkit dari kondisi terpuruk. Kebetulan om kami MP (Masruhim Parrukkai) diamanahkan pemilik perusahaan dengan posisi pimpinan redaksi. Peran MP yang begitu besar telah memotivasi diri saya agar tidak cepat menyerah dan teruslah belajar menjadi wartawan profesional di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng.

Profesi jurnalis saat itu merupakan ujian yang sebenarnya. Saking sulitnya menjalani profesi ini bila saya diberikan pilihan untuk memilih profesi wartawan dan buru bangunan, maka pasti saya pilih jadi buru bangunan saja. Begitu besarnya tantangan mendapatkan predikat jurnalis hebat melalui karya tulisan, maka saat itu saya telah putuskan lebih baik mundur dan kembali pulang bersama kedua orang tua di kampung halaman di daerah Dusun Lembang, Desa Limbua, Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.

Belajar sabar dan ikhlas adalah salah satu kunci untuk bisa menaklukkan tekanan semburan ombak yang begitu kuat. Dengan sikap sabar inilah, akhirnya profesi wartawan pun mengantarkan saya lolos dari masa sulit di fase proses magang. Hasilnya, tiga bulan menjadi magang telah dilewati hingga perusahaan pun menilai kemampuan jurnalistik saya layak diangkat karyawan organik di koran Mercusuar Sulteng. Buah kesabaran itu rupanya memberikan makna yang begitu luar biasa karena ternyata jalur profesi ini pun telah memudahkan saya berinteraksi dengan pengusaha maupun pejabat publik selevel walikota maupun gubernur.
Karena profesi ini saya anggap punya kelebihan yang tidak bisa didapatkan di dunia profesi lain, maka dasar inilah kian menambah daya juang serta motivasi besar yang lahir dari lubuk hati saya agar bisa membuktikan diri dihadapan publik bahwa saya pun sebenarnya mampu menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik dari wartawan senior lainnya saat itu. Keberhasilan membangun jaringan yang kuat rupanya ikut andil menumbuhkan benih benih cinta terhadap profesi ini untuk menjadi seorang jurnalis yang profesional. Profesi ini sebetulnya sangat mulia, tergantung kita mau gunakan kemana predikat jurnalis yang menempel dipundak kita. Bagi saya sangat mulia karena kita bisa berkarya bagi kepentingan masyarakat umum, khususnya membela kaum lemah, menyampaikan kebenaran dan mengungkap kejahatan yang kian menggerogoti sendi kehidupan dimuka bumi ini.

Jadi sebetulnya, Jurnalis adalah salah satu profesi dengan predikat pahlawan pejuang kebenaran yang secara gigih ikut menebar kebajikan, membela yang benar dan menumpas dugaan kejahatan yang bisa mengganggu kepentingan umum. Peran jurnalis pun juga memiliki andil mengedukasi serta turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.
Tak keliru bila ada ungkapan menyatakan bahwa setiap kerja keras, maka yang menuai hasilnya adalah bagi mereka yang telah menabur kebajikan di muka bumi ini.
Perjuangan ulet yang didapatkan dalam dunia jurnalis tentu tidak datang begitu saja. Butuh proses panjang dengan mengorbankan segala cucuran keringat, tenaga, pikiran dan air mata.

Tahapan ujian yang begitu menantang tentu bisa kita lewati dengan sempurna. Nyatanya, meski saya berbekal minim pengetahuan jurnalistik, tetapi karena ulet menjalani sebuah proses sehingga karir menjadi calon reporter yang dijalani selama tiga bulan telah menuai hasil hingga ditingkatkan status menjadi reporter. Gayung pun bersambut, hanya beberapa bulan diangkat jadi reporter akhirnya jabatan kembali naik satu level dengan posisi jabatan baru sebagai Redaktur Berita Olahraga yang membawahi reporter..

Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju sempat menjadi pertimbangan panjang meski akhirnya dierima dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi.

Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan.
Tanpa basa basi, saya ke kota Makassar untuk melamar di perusahaan plat merah ini. Bekerja di kantor berita negara ini terbilang cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab memanggil dengan sapaan akrab Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH.

Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Perusahaan media ini saya kembangkan tujuannya hanya untuk menyalurkan inspirasi yang saya tuangkan dalam bentuk narasi berita. Saat itu, berdirinya media sulbar.com awalnya hanya motivasi mengembangkan bakat menulis dan sama sekali tak pernah berpikir untuk dikelola secara profesional.

MENUJU TERANG MEDIASULBAR.COM?

Bersama Bupati Majene Periode 2021-2026, Andi Achmad Syukri Tammalele

SETELAH melihat potensi pasar seiring geliat pasar di era digital telekomunikasi yang semakin berkembang, maka saya pun menangkap peluang emas dan terobsesi bercita-cita agar keberadaan mediasulbar.com mampu dikelola secara benar dan profesional.

Lima tahun berdirinya media sulbar.com awalnya hanya untuk diijadikan jembatan menuangkan inspirasi tentang permasalahan yang ada di daerah tanpa  ada target berbasis profit. Akan tetapi, pola pikir itu keliru sehingga kami mencoba melakukan inovasi agar sistem pengelolaan perusahaan bisnis media dilakukan secara benar berbasis ekonomi. Untuk bisa merebut pasar maka saya harus mengajak pewarta muda untuk bergabung di perusahaan jasa multimedia ini menuju media online yang sistem pengelolaannya dikerjakan secara profesional.

Keputusan kembali hijrah kembali ke kampung halaman di kota tua Afdeling Mandar Majene, adalah motivasi besar setelah berhasil dari bagian memenangkan pasangan Bupati dan wakil bupati Andi Achmad Syukri Tammalele dan Arismunandar Kalma di Pilkada serentak 9 Desember 2020. Kala itu, Media Sulbar.com adalah salah satu perusahaan media yang secara massif dan terang terangan mendukung perjuangan beliau. Karena saat itu, nyaris tak ada media lokal di Majene memberikan ruang cukup untuk memotret dan menyiarkan kegiatan kampanye politik usungan nomor urut dua ini.

Pengalaman ini sungguh monumental karena kemenangan diraih dengan susah payah. Bila berbicara pengalaman di bidang publikasi media untuk mengawal kerja kerja tim bagi kandidat calon kepala daerah, maka saya sudah tercatat empat kali menjadi tim media center pasangan calon kepala daerah di setiap momentum pilkada di Sulbar. Namun pengalaman menjadi tim media untuk pasangan Ast-Aris sungguh saya merasakan hal berbeda saat bagian tim media di Pilgub Sulbar tahun 2017. Raihan kemenangan bagi saya adalah pencapaian super heroik, sehingga air mata pun tak kuasa terbendung bercucuran di momen 9 Desember 2020.
Raihan Kemenangan itu sangat fantastis karena ditengah keterbatasan, maka saya harus mampu menguasai pertarungan udara walau hanya seorang diri untuk lini pemberitaan guna  merancang strategi jitu tuk merebut hati pemilih serta mengukur kekuatan diri sendiri agar bisa melumpuhkan ribuan kekuatan lawan politik dengan sebutir peluru.

Perjuangan itu tentu tidak hanya bermain wilayah strategi, tetapi kita sebagai ummat muslim maka tiada daya dan upaya selain memohon pertolongan oleh pemilik alam semesta ini yakni Allah SWT.

Lantunan doa serta ikhtiar tersebut juga harus dibarengi dengan tindakan dengan mengerahkan seluruh kemampuan diri untuk memenangkan perang opini yang selaras dengan fakta-fakta yang menjadi problematika kehidupan masyarakat Majene.

Saya mungkin salah satu yg paling merasakan kemengan yang Super Heroik, sebab kajian analisis bergaya riset survei yang saya garap kajian tim Litbang Media Sulbar terbilang cukup sukses,!!!! Sebaran virus yang begitu massif serta menabur optimisme kemenangan bagi pasangan Ast-Aris jelang pemungutan suara.

Saya berinisiatif membuat analisis survei Litbang Mediasulbar.com guna menyuarakan optimisme kemengan jelang pemungutan suara sangatlah penting untuk terus digelorakan.

Keputusan merebut tiga peran sekaligus yakni peran strategis lembaga survei, konsultan politik dan koordinator media massa. Kampanye kemengan yang kita gaungkan secara massif, bagi saya tentu punya kontribusi untuk mendapatkan totalitas dukungan rakyat dibilik TPS.

Tidak tanggung-tanggung, peran strategis itu berhasil kita tangani untuk bisa menggempur lini pertahanan lawan dalam skenario pertarungan serangan udara yang kian massif jelang masa pemungutan suara.

Alhamdulillah, hasil riset Litbang Media Sulbar yang diturunkan berdasarkan hasil analisis terukur tentang tingkat keterpilihan Ast-Arismunandar jelang pemungutan suara yang disemburkan diberbagai media massa maupun sosmed ternyata ikut andil menggiring pilihan masyarakat. Saat itu, Survei Litbang Media Sulbar telah menempatkan pasangan Ast-Aris diprediksi aman diangka 59,2 persen dan nyatanya cuma eror 3 persen karena pasangan ini mampu mengunci keterpilihan dengan hasil akhir perolehan suara sebesar 56,2 persen.

Kemenangan itu tentu menjadi peluang bagi kami selalu pihak management Mediasulbar.com guna memanfaatkan momentum untuk membangun pola kemitraan saling menguntungkan dengan pemerintah daerah.
Semoga, Mimpi dan obsesi ini kita meminta pertolongan Allah lSWT agar cita cita dan obsesi untuk menjadikan mediasulbar meraih kunci sukses menghadirkan salah satu media lokal menuju perusahaan dengan sistem pengelolaan yang mampu memberikan kesejahteraan bagi karyawannya.

Kemudian mewujudkan menjadi perusahaan jasa multimedia yang dipercaya publik sehingga kelak menjelma salah satu perusahaan lokal terkemuka di Sulbar dan menjadi referensi serta jendela informasi aktual bagi pembaca berita di Nusantara.

Akhir kata, saya haturkan terimakasih banyak kepada seluruh kru yang terlibat membesarkan dan membangun perusahaan media ini dengan perjuangan yang gigih sehingga keberadaannya bermanfaat bagi kepentingan publik. Wassalam..!!!

“SALAM JURNALIS”

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!