Kamis , Juli 2 2020
Home / Daerah / Kades Taan Laporkan Tiga Media ke Dewan Pers, Apa Tidak Salah Alamat?

Kades Taan Laporkan Tiga Media ke Dewan Pers, Apa Tidak Salah Alamat?

Mamuju- Kepala Desa Taan, Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rahmat Kasim melaporkan tiga media online ke dewan pers terkait pemberitaan pemotongan Dana Desa Bantuan Langsung Tunai (DD BLT) dampak virus Corona.

Tiga media online di Sulbar yang dilaporkan itu masing masing mediasulbar.com, editorial 19.com dan lensapena.info. Hal ini diketahui berdasarkan kabar yang didapatkan pada group WhatsApp Info Publik beberapa waktu lalu.

Menyikapi isu laporan kades Taan ke dewan pers, tentu sesuatu hal yang biasa-biasa saja.

“Entah siapa yang memberikan pertimbangan pak desa. Sedikit lucu, saat media memberitakan pemotongan BLT berdasarkan pengakuan warganya, malah media yang disalahkan. Saat melakukan klarifikasi juga malah nyasar ke media lain tanpa ada tembusan surat klarifikasi terhadap tiga media yang ikut memberitakan pemotongan BLT. Meski begitu, kita tetap memberikan ruang klarifikasi atas pemberitaan ini. Jadi, saya mau bilang itu laporan ke dewan pers, salah alamat,” kata Pimred mediasulbar.com, Aco Ahmad AH di Mamuju, Sabtu 7/6.

Acho yang juga mantan kontributor LKBN Antara Biro Sulselbar mengaku siap menghadapi konsekuensi apa pun atas niat tulus kita untuk menyuarakan keadilan.

“Yang harus dilaporkan adalah warganya yang teriak teriak protes di medsos atas pemotongan BLT. Dasar protes warga yang viral lalu kita wartawan merasa terpanggil untuk menyuarakan jeritan hati rakyat yang merasakan terpuruk ekonomi imbas COVID19. Presiden Jokowi telah memberikan warning agar melaporkan jika ada pihak yang mencoba coba tidak memberikan hak rakyat disaat rakyat Indonesia sedang terpuruk,” ungkapnya.

Karena itu kata dia, sama sekali tak gentar dengan laporan ini karena ikut menyuarakan jeritan rakyat yang merasakan kehilangan haknya yang telah dijamin oleh pemerintah pusat.

“Insya Allah Dewan Pers akan mengambil keputusan yang paripurna. Bisa jadi, tiga media online ini akan diganjar piagam penghargaan atas dedikasi kita yang ikut berjuang ditengah pandemi Virus Corona. Jangan khawatir untuk teman teman karena kita tidak merampok uang rakyat, kita berjuang membela hak rakyat,” terangnya.***

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!