oleh

Kadis Pariwisata Sebut Manakarra Tower Pasti Berefek Domino

Mamuju – Kepala Dinas pariwisata kabupaten Mamuju Usdi menyebutkan pembangunan landscape Mamuju termasuk pembangunan tower yang sementara ini dinamai manakarra tower adalah sebuah investasi besar yang akan berefek “domino” terhadap berbagai kemajuan di bumi manakarra.
Dijelaskan mantan kepala Dinas Kominfo (Selasa, 23 juli 2019) efek domino dimaksud dengan adanya bangunan monumental serupa tower dengan desain futuristik tentu akan mengundang ketertarikan orang untuk datang ke Mamuju, dari kunjungan itu tentu mereka akan membawa sanak keluarga dan akan melakukan transaksi ekonomi “mereka pasti bawa uang dan membeli sesuatu di mamuju, dan semakin banyak yang datang maka akan semakin banyak aktifitas ekonomi, kalau begitu kita pasti akan berkembang,” ulasnya.
Minimal masyarakat kita akan mendapat lapangan kerja baru, misalkan ada yang berjualan, atau menawarkan jasa itu semua kalau sudah ada yang bisa kita lihat dan menarik di Mamuju.
Kepala Dinas yang hobby seni tarik suara ini membandingkan Mamuju sebagai ibu kota yang masih jauh tertinggal dengan daerah lain yang memiliki destinasi wisata seperti lombok maupun toraja di Sulsel “mereka punya daya tarik jadi didatangi orang, kalau di Mamuju juga bisa ada daya tarik pasti orang kesini, secara otomotasi akan berdampak ekonomis, tingkat kesejahteraan masyarakat pasti akan naik” tutupnya. (HMS.MMJ)

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!